INDRAMAYU, FOKUSSUMBAR.COM— Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Halalbihalal dan Penyerahan Sertipikat Tanah Wakaf Pengurus Cabang NU (PCNU) Indramayu, Minggu (19/04/2026).
Dalam sambutannya, Nusron menegaskan bahwa kebermanfaatan menjadi kunci keberlangsungan organisasi.
“Satu-satunya jalan NU harus memberikan kemanfaatan kepada umat manusia, dan segala sesuatu yang memberikan kebermanfaatan kepada manusia niscaya akan bertahan di muka bumi,” ujarnya di Kantor PCNU Indramayu.
Ia menjelaskan, peran nyata NU dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, seperti penguatan dakwah dan majelis taklim di sektor keagamaan, penyediaan layanan klinik dan rumah sakit di bidang kesehatan, serta pengembangan unit usaha di sektor ekonomi.
Selain itu, Nusron juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dengan mendorong generasi muda NU menguasai bidang sains dan teknologi (STEM).
Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian bangsa di sektor pangan, energi, dan teknologi.
“Kalau kita ingin bertahan di muka bumi ini harus memberikan kebermanfaatan, bentuknya bukan lagi sekadar doa, tapi klinik atau rumah sakit, bikin BPR, dan output pendidikannya minimal STEM,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Nusron menyerahkan dua sertipikat tanah wakaf kepada Ketua PCNU Indramayu, Muhammad Musthopa. Kedua sertipikat itu diperuntukkan bagi gedung pengurus NU yang berlokasi di Kelurahan Karanganyar seluas 1.665 meter persegi dan Desa Segaran Kidul seluas 519 meter persegi.
Musthopa menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam proses sertifikasi tanah wakaf tersebut. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Menteri ATR/BPN beserta jajaran yang telah membantu hingga sertipikat terbit secara lengkap.
Turut mendampingi Menteri Nusron dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar, beserta jajaran, serta perwakilan PWNU Jawa Barat dan sejumlah kementerian/lembaga terkait. (LS/YZ/jiga)




