Bangun Sekolah Darurat, Kolaborasi JEMARI Sakato dan Pemerintah Nagari Bungo Tanjung

Merespon ancaman bahaya pergerakan tanah yang mengakibatkan kerusakan bangunan UPT SDN 11 Bungo Tanjuang, Pemerintah Nagari Bungo Tanjuang bersama JEMARI Sakato meninjau lokasi Pembangunan Sekolah Darurat atau Temporary Learning Space (TLS). (foto; ist)

TANAH DATAR, FOKUSSUMBAR.COM – Merespon ancaman bahaya pergerakan tanah yang mengakibatkan kerusakan bangunan UPT SDN 11 Bungo Tanjuang, Pemerintah Nagari Bungo Tanjuang bersama JEMARI Sakato menggelar Musyawarah Pembangunan Sekolah Darurat atau Temporary Learning Space (TLS).

Rencana pembangunan TLS ini merupakan bagian dari program Respons JEMARI Sakato untuk Pemulihan Terpadu Pascabencana Hydrometeorologi Sumatera Barat yang terjadi di November 2025 yang lalu.

Program ini menjadi angin segar bagi SDN 11 Bungo Tanjuang, yang proses belajar mengajarnya harus mengalami penyesuaian akibat bencana yang terjadi.

Musyawarah diadakan penuh semangat di tenda darurat belajar siswa SDN 11 Bungo Tanjung. (foto; ist)

Musyawarah pertemuan yang dilaksanakan Kamis, 30 April 2026 di bawah tenda darurat belajar siswa SDN 11 ini menyepakati dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan sementara yang aman bagi para siswa di pekarangan Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar.

Direktur Eksekutif JEMARI Sakato, Robi Syafwar, yang menyampaikan pemaparan teknis, menjelaskan bahwa paket bantuan infrastruktur TLS ini meliputi tujuh ruangan utama dan fasilitas sanitasi.

“Kita akan membangun 6 ruang kelas belajar dan 1 ruang majelis guru (ukuran 6 x 7 meter), beserta 2 unit fasilitas toilet (ukuran 1,5 x 3 meter). Pembangunan diprediksi memakan waktu paling lambat 1 hingga 2 bulan. Struktur bangunan akan ditinggikan dari permukaan tanah untuk mengantisipasi hawa panas maupun potensi genangan air, sehingga adik-adik kita dapat belajar dengan nyaman,” jelas Robi Syafwar.

Sinergi Masyarakat dan Keberlanjutan Bangunan

Hal penting yang dihasilkan dari musyawarah ini adalah kuatnya komitmen warga setempat. Wali murid, komite sekolah, dan Pemerintah Nagari. Para pihak sepakat untuk melaksanakan gotong royong pembersihan lahan (land clearing) secara mandiri yang dijadwalkan pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Menurut Koordinator Program TLS JEMARI Sakato, Affifa Syah, ST, pihak nagari memutuskan pemilihan lokasi di area Masjid Baitul Makmur tidak hanya didasarkan pada ketersediaan lahan, tetapi juga kemudahan akses ibadah.

Pihak sekolah berharap anak-anak tetap bisa menjalankan shalat berjamaah setiap hari, mengingat mushola sekolah lama sudah tidak dapat digunakan lagi.

Dan yang paling menarik menurut Affifa, bahwa kesepakatan pembangunan TLS di halaman masjid ini dituangkan dalam Surat Pernyataan Pemakaian Lahan yang ditandatangani oleh Pengurus Mesjid Baitul Makmur, kepala Sekolah UPT SDN 11, Wali Nagari, Kepala BPRN, Ketua KAN dan diketahui oleh Camat Batipuh.

Lebih lanjut, disepakati bahwa bangunan TLS ini berstatus hibah dan tidak akan dibongkar setelah revitalisasi bangunan SDN 11 permanen selesai dan para siswa kembali ke sekolah asal. Wali Nagari Bungo Tanjuang, Yushistira Anugraha, S.Pd, NL.P memaparkan visi jangka panjang pemanfaatan fasilitas tersebut untuk kepentingan umat.

“Masjid Baitul Makmur kita ini berada di jalur lintas nasional. Konsep awal kesepakatan Nagari adalah menjadikan masjid ini sebagai rest area. Nantinya, bangunan bekas sekolah darurat ini akan dimanfaatkan sebagai rumah singgah bagi para musafir, rumah tahfidz, serta TPA/TPSA bagi masyarakat Bungo Tanjuang,” ucapnya.

Camat Batipuh, Rifka Akbar, S.STp. MM memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Beliau menekankan bahwa langkah proaktif Wali Nagari (jemput bola) serta respons cepat dari JEMARI Sakato sangat krusial agar kegiatan belajar mengajar, khususnya menjelang masa ujian, tidak terhambat.

Di damping oleh Kepala Sekolah SDN 11, beliau berharap melalui semangat musyawarah dan gotong royong ini, proses kelancaran pendidikan bagi para siswa SDN 11 Bungo Tanjuang dapat terus berlanjut di lingkungan yang aman. Sekaligus meninggalkan warisan fasilitas yang bermanfaat panjang bagi kemaslahatan masyarakat Nagari Bungo Tanjuang.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Alfi Hidayati, M.Pd. mengaku sangat terbantu dengan program TLS dukungan dari JEMARI Sakato. Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah mendapatkan dukungan dana dari pusat untuk revitalisasi beberapa fasilitas Pendidikan yang terdampak bencana dan salah satunya UPT SDN 11 Bungo tanjung.

Dengan adanya TLS, maka proses belajar mengajar tetap bisa berjalan selama proses revitalisasi bangunan lama. Hal ini diungkapkan Kepala dinas dalam diskusi awal penjajakan pembangunan TLS ini bersama perwakilan JEMARI Sakato, Firdaus Mawardi yang merupakan Kordinator JEMARI Sakato Humanitarian Team dan Wali Nagari Bungo Tanjung beberapa waktu yang lalu.

JEMARI Sakato merupakan lembaga nirlaba yang telah beraktivitas lebih dari 20 tahun di Sumatera Barat dan berbagai wilayah di Indonesia, berfokus pada isu tata kelola pemerintahan, pembangunan inklusif, serta respons kemanusiaan dan kebencanaan.

Pembangunan TLS yang dilaksanakan oleh JEMARI Sakato ini merupakan program dukungan dari Yayasan Save The Children Indonesia. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *