BUKITTINGGI, FOKUSSUMBAR.COM – Kota Bukittinggi dipilih sebagai lokasi perayaan Hari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Nasional 2026 yang digelar oleh Perbarindo Sumatera Barat – Bengkulu.
“Alek” Perbarindo yang dipusatkan di kawasan Jam Gadang, Minggu (24/5/2026), berlangsung meriah dengan berbagai agenda sosial dan edukatif seperti fun run, literasi keuangan, donor darah hingga penyerahan bantuan bagi korban bencana Sungai Landia.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD Perbarindo Sumbar-Bengkulu, Jejeng Sumardi kepada Bupati Agam, Benni Warlis, sebagai bentuk kepedulian industri BPR dan BPRS terhadap masyarakat terdampak bencana.
Dijelaskan Ketua DPD Perbarindo Sumbar-Bengkulu, Jejeng Sumardi, bahwa Perbarindo merupakan asosiasi resmi yang menaungi seluruh BPR dan BPRS di Indonesia.
“Perbarindo telah menjadi pusat koordinasi, advokasi dan pengembangan kompetensi bagi industri perbankan yang fokus pada pelayanan UMKM,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Jejeng Sumardi didampingi Ketua Pelaksana sekaligus Ketua DPK Perbarindo Agam-Bukittinggi-Pasaman, Dodi Yuli Satria, Direktur Utama BPRS Jam Gadang, Feri Irawan, serta sejumlah pengurus lainnya.
Perayaan Hari BPR dan BPRS Nasional yang diperingati setiap 21 Mei itu turut dihadiri perwakilan Gubernur Sumatera Barat, Direksi Bank Nagari, OJK Sumbar, Bank Indonesia Sumbar, Bupati Agam serta Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.
Ramlan Nurmatias menyambut baik dipilihnya Bukittinggi sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini semakin menambah semarak peringatan 100 tahun Jam Gadang yang akan dipuncaki pada Juni mendatang.
“Terima kasih telah memilih Kota Bukittinggi sebagai pusat perayaan Hari BPR dan BPRS Nasional 2026. Ini menjadi bagian dari kemeriahan peringatan 100 tahun Jam Gadang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ramlan juga menegaskan pentingnya peran BPR dan BPRS dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), terutama bagi pelaku usaha yang belum sepenuhnya terjangkau layanan bank umum.
Ia berharap pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat serta Bengkulu dapat terus mendukung keberadaan BPR dan BPRS di daerah masing-masing karena dinilai mampu mempermudah akses permodalan bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Sebagai organisasi independen yang berdiri sejak 24 Januari 1995, Perbarindo selama ini berperan sebagai fasilitator, penggerak dan pelindung kepentingan industri BPR dan BPRS di Indonesia.
Selain menjadi jembatan komunikasi dengan regulator seperti OJK dan Bank Indonesia, Perbarindo juga aktif meningkatkan kapasitas sumber daya manusia industri perbankan melalui pelatihan, seminar dan sertifikasi.
Di era transformasi digital, Perbarindo juga menghadirkan berbagai sistem terpadu yang membantu tata kelola serta memperluas akses pemasaran produk BPR dan BPRS di berbagai daerah.
Keberadaan BPR dan BPRS sendiri dinilai sangat strategis karena mampu menjangkau pelaku UMKM dengan proses layanan yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat. (*/adi)




