Angkat Pesan Mufakat dan Inklusivitas, Pemutaran Puti dan Batu Batikam Panen Apresiasi di Pesisir Selatan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 52 UIN Imam Bonjol Padang berswafoto dengan tim Devata Studio. (foto; ist)

PESISIR SELATAN, FOKUSSUMBAR.COM – Pemutaran film animasi karya anak bangsa, Puti & Batu Batikam, mencatatkan sejarah manis sekaligus menghangatkan suasana di Nagari Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kehadiran film animasi ini mendapat apresiasi tinggi dan menjadi kebanggaan warga usai sukses diselenggarakan melalui kolaborasi apik antara Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 52 UIN Imam Bonjol Padang dan Devata Studio.

Agenda nonton bersama yang digelar di Halaman Pasar Lamo pada Kamis malam (13/8/2026) tersebut, bukan sekadar menjadi sarana hiburan rakyat. Acara ini dinilai sebagai tonggak penting dalam melestarikan kearifan lokal Minangkabau sekaligus mengedukasi masyarakat melalui media visual yang modern dan inklusif.

“Film Puti & Batu Batikam ini bukan sekadar tontonan hiburan anak-anak, melainkan simbol dari kekuatan kreatif dan kepedulian mahasiswa bersama kreator lokal terhadap akar budaya kita. Sinergi antara mahasiswa KKN 52 UIN IB Padang dan Devata Studio menunjukkan bahwa kita punya kapasitas luar biasa dalam menyampaikan nilai-nilai luhur nagari lewat karya animasi berkualitas tinggi,” ujar perwakilan mahasiswa KKN.

BACA JUGA :  Meriahkan HUT RI ke-81, Turnamen Sepak Takraw se-Sumbar "Painan Open Cup II" Resmi Dibuka

Ia juga menekankan bahwa karya ini mencerminkan potensi besar edukasi berbasis media kreatif di tingkat nagari. Penokohan Puti—seorang anak perempuan berusia 11 tahun penderita vitiligo—secara cerdas meruntuhkan stigma sosial dan mengajarkan pentingnya empati serta penerimaan terhadap perbedaan di tengah masyarakat.

Menariknya, pemutaran film animasi ini tidak hanya memikat antusiasme anak-anak, tetapi juga mendapat respons emosional dan apresiasi mendalam dari para tokoh masyarakat, pengurus BAMUS Nagari, hingga kalangan dewasa. Hal ini membuktikan bahwa narasi yang diangkat mampu menghadirkan kedalaman pesan moral, khususnya terkait resolusi konflik antara proyek pembangunan jalan dan pelestarian cagar budaya Batu Batikam melalui jalan musyawarah dan mufakat.

BACA JUGA :  Bawaslu Pesisir Selatan Segera Launching Majalah Digital "Suara Pengawasan"

“Ketika masyarakat menyaksikan langsung, Puti & Batu Batikam hadir sebagai cerminan dari semangat basamo mangko manjadi. Ini bukti nyata bahwa ketika modernisasi dan tradisi dicarikan jalan tengahnya melalui mufakat, nilai kebudayaan kita tetap terjaga tanpa menghalangi kemajuan nagari,” lanjutnya.

Melalui suksesnya pemutaran layar tancap ini, kolaborasi KKN 52 UIN IB Padang dan Devata Studio diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sumatra Barat untuk terus merawat tradisi dan mengangkat cerita rakyat ke panggung karya modern.

“Ini saatnya kita bangga dengan warisan budaya dan karya anak bangsa sendiri. Puti & Batu Batikam adalah contoh nyata bahwa nilai-nilai tradisi Minangkabau bisa terus hidup dan menginspirasi lewat media kekinian.” []

BACA JUGA :  Gunakan Kostum Princes, Murid SD Negeri 9 Luhak Nan Duo Ikuti Semarak Pawai Kemerdekaan

Penulis : Gibran Harsingki / Mahasiswa KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *