PAINAN, FOKUSSUMBAR.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pesisir Selatan—Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan menjaring agen pengawasan partisipatif melalui program Kelas Pemilu yang digelar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Balai Selasa, Kamis (25/6/2026).
Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, mengatakan Kelas Pemilu diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas demokrasi melalui penguatan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap penyelenggaraan Pemilu.
Menurut Afriki, berdasarkan pengalaman Pemilu lalu, masih ditemukan berbagai dugaan pelanggaran, seperti money politics dan penyebaran berita hoaks. Karena itu, Bawaslu Pesisir Selatan terus berupaya melibatkan masyarakat secara luas untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu.

“Mahasiswa tidak hanya diharapkan aktif dalam pengawasan Pemilu, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran. Kehadiran kami hari ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang Pemilu dan demokrasi,” ujar Afriki.
Ia juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun jaringan seluas-luasnya, menambah ilmu pengetahuan serta meningkatkan keimanan.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Pesisir Selatan, Rinaldi, menyampaikan Kelas Pemilu merupakan bentuk kolaborasi antara Bawaslu dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan literasi demokrasi di kalangan generasi muda.
Menurutnya, Bawaslu Pesisir Selatan saat ini hadir di STAI Balai Selasa setelah sebelumnya menyelenggarakan kegiatan serupa di STAI Madrasah Arabiah Bayang.
“Walaupun sedang keterbatasan anggaran, Bawaslu Pesisir Selatan tetap berupaya menyebarluaskan pengetahuan tentang kepemiluan dan mendorong pemilih muda agar tidak bersikap apatis terhadap Pemilu,” ujar Rinaldi.
Ketua STAI Balai Selasa, Roni Pasaleron, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Kelas Pemilu menjadi wahana literasi demokrasi yang mampu meningkatkan kualitas pemahaman mahasiswa terhadap proses demokrasi.
“Rugi apabila mahasiswa tidak mengikuti kegiatan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti hanya sampai di sini,” katanya.
Pada kesempatan itu, Anggota Bawaslu Pesisir Selatan, Nurmaidi, yang bertindak sebagai narasumber, memaparkan evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024.
Menurut Nurmaidi, seluruh tahapan Pemilu perlu diawasi, mulai dari pemutakhiran data pemilih hingga pelantikan anggota legislatif. Ia juga menyoroti sejumlah isu krusial dalam tahapan kampanye, seperti politisasi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Mahasiswa merupakan simpul penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil. Sebagai kaum terdidik, mahasiswa dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat di sekitarnya serta menjadi agen pengawasan partisipatif di tengah masyarakat,” ujar Nurmaidi. (rndi)
