TMMD Ke-129 Limapuluh Kota Buka Akses Jalan 2,7 Km, Dorong Ekonomi dan Wisata Harau

Bupati Limapuluh Kota, Syafni berswafoto seusai pembukaan TMMD/N. (Foto: ist)

LIMAPULUH KOTA, FOKUSSUMBAR.COM-Program TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) Ke-129 yang dilaksanakan Kodim 0306/50 Kota mulai difokuskan pada pembangunan akses jalan sepanjang 2,7 kilometer yang menghubungkan Jorong Buluh Kasok dengan Jorong Air Putih, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Program TMMD/N Ke-129 resmi dimulai melalui upacara pembukaan di Lapangan Torang Sari Bulan, Jorong Buluh Kasok, Rabu (15/7/2026), yang dipimpin Bupati Limapuluh Kota H. Safni dan dihadiri jajaran TNI, Polri, Forkopimda, pemerintah daerah, instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta warga Kecamatan Harau.

Berbeda dari sekadar pembangunan fisik, TMMD tahun ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat pedesaan, terutama akses transportasi yang selama ini menjadi kendala bagi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Bupati Limapuluh Kota H. Safni mengatakan pembukaan akses jalan tersebut memiliki arti strategis karena akan menghubungkan dua wilayah yang selama ini membutuhkan infrastruktur lebih baik.

Menurutnya, keberadaan jalan baru akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan mobilitas warga, serta membuka peluang pengembangan potensi wisata yang dimiliki Nagari Sarilamak dan kawasan sekitarnya.

Baca juga:  Rangkaian Peringatan HUT ke 33 Lubuk Basung sebagai Ibukota Agam, Kejuaraan Bola Basket Antar Club se-Sumbar Digelar

“Pembukaan akses jalan ini sangat krusial untuk membuka isolasi kawasan, memperlancar mobilitas warga, mendongkrak perekonomian, sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata daerah,” ujar Safni.

Ia menilai, Program TMMD selama ini terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sehingga diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari percepatan pembangunan daerah.

Selain memperkuat infrastruktur, kata Safni, program tersebut juga menjadi wadah mempererat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat melalui semangat gotong royong.

“TMMD tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.

Dansatgas TMMD Ke-129 Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata menjelaskan sasaran fisik program tahun ini mencakup penyiapan badan jalan sepanjang 2.700 meter dengan lebar tujuh meter.

Selain itu, pekerjaan juga meliputi penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter, pengerasan jalan sepanjang 2.550 meter, pemasangan lima titik gorong-gorong, serta pembangunan pondasi jalan sepanjang 100 meter.

Menurut Adi, pembangunan tersebut dirancang agar akses antarjorong menjadi lebih aman dan mudah dilalui masyarakat sehingga dapat mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi.

“Tujuan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik dan nonfisik, sekaligus memantapkan kemanunggalan TNI bersama rakyat,” ujarnya.

Baca juga:  Koordinasi Teknis Foto Tegak PTSL, Kantah Pesisir Selatan Pastikan Data Pertanahan Akurat

Tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan, TMMD Ke-129 juga membawa sejumlah program tambahan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Program tersebut meliputi pembangunan tujuh unit rumah tidak layak huni (RTLH), penyaluran makanan tambahan bagi 100 anak stunting, penanaman jagung seluas satu hektare, pembangunan lima titik sarana penyediaan air bersih melalui program TNI Manunggal Air, serta penanaman 500 batang pohon.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, kegiatan nonfisik akan diisi dengan berbagai penyuluhan dan sosialisasi mengenai wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, kesadaran hukum, peningkatan ekonomi kerakyatan, hingga edukasi pencegahan stunting.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Program TMMD menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor yang menggabungkan pembangunan fisik dengan pemberdayaan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Bagi warga Kecamatan Harau, keberadaan akses jalan baru diproyeksikan memangkas hambatan transportasi yang selama ini memengaruhi distribusi hasil pertanian maupun akses menuju pusat pelayanan.

Perbaikan konektivitas juga dinilai dapat membuka peluang investasi skala lokal, memperluas akses perdagangan, dan meningkatkan kunjungan ke kawasan wisata yang berada di sekitar Nagari Sarilamak.

Baca juga:  Pemko Payakumbuh Terus Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas TRC

Usai pelaksanaan upacara pembukaan, Bupati Limapuluh Kota bersama jajaran TNI-Polri, unsur Forkopimda, dan pemerintah daerah meninjau langsung lokasi pelaksanaan TMMD untuk memastikan kesiapan pekerjaan di lapangan.

Pada kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan kemanusiaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp120 juta yang akan digunakan untuk mendukung rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat penerima manfaat.

Melalui kombinasi pembangunan infrastruktur, program sosial, dan pemberdayaan masyarakat, TMMD Ke-129 diharapkan tidak hanya menghadirkan akses jalan baru, tetapi juga menciptakan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Harau. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan kawasan pedesaan agar lebih terhubung, produktif, dan memiliki daya saing ekonomi yang lebih kuat. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *