JAKARTA, FOKUSSUMBAR.COM — Transformasi pelayanan pertanahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) diarahkan tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi.
Perubahan cara kerja dan budaya pelayanan di jajaran ATR/BPN juga menjadi bagian yang ditekankan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan.
Pesan itu disampaikan Ossy dalam acara Ramah Tamah Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026 di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Ossy mengatakan, tema HANTARU tahun ini, “Transformasi, Melayani Lebih Pasti”, harus diterjemahkan dalam praktik pelayanan sehari-hari. Masyarakat, katanya, tidak hanya membutuhkan sistem yang baru, tetapi juga pelayanan yang memberikan kejelasan dan kepastian.
Transformasi Menyentuh Cara Kerja
Menurut Ossy, perubahan di ATR/BPN harus terlihat dari cara jajaran melayani masyarakat. Proses yang sebelumnya dianggap rumit diarahkan menjadi lebih sederhana. Pelayanan yang belum memberikan kepastian harus diperbaiki.
“Transformasi ATR/BPN bukan hanya perubahan sistem dan teknologi, tetapi transformasi yang sejujurnya adalah perubahan dari sisi budaya kerja kita dalam menyokong masyarakat,” kata Ossy.
Ia menggambarkan arah perubahan tersebut sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang lebih terbuka, sederhana dan pasti.
“Dari yang tidak pasti menjadi lebih pasti, dari yang rumit mudah-mudahan bisa menjadi sederhana, dari yang tertutup menjadi terbuka, dan dari yang sekadar memastikan berkas menjadi benar-benar memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat,” ujarnya.
Langkah transformasi itu telah berjalan bertahap dalam dua tahun terakhir. Sejumlah program yang didorong ATR/BPN mencakup Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak, perubahan organisasi berbasis wilayah, serta digitalisasi layanan pertanahan.
Berbagai langkah tersebut ditujukan untuk memperjelas proses layanan sekaligus meningkatkan transparansi dan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan pertanahan.
HANTARU Jadi Momentum Pembaruan
Ossy meminta peringatan HANTARU tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran ATR/BPN untuk memperkuat komitmen terhadap perubahan pelayanan.
“Karena itu, dalam momentum HANTARU tahun ini, jangan kita sekadar memaknai sebagai sebuah perintah pembangunan. Mari kita jadikan bersama sebagai tekad dan momentum kita semua agar ini bisa menjadi titik tolak pembaharuan kita ke depan,” katanya.
Ramah Tamah HANTARU 2026 digelar setelah upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang. Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN. (JM/RZ/CK)
