Dakwah  

Hidup Bagai Pertandingan Sepakbola

Oleh : Ustad Islami Azmam, S.H,.*)

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kehidupan ini ternyata memiliki banyak kesamaan dengan sebuah pertandingan sepak bola.

Apa kesamaannya itu?

1.Pertandingan bola memiliki aturan, demikian pula kehidupan.

Tidak ada pertandingan yang berjalan sesuka hati pemain. Ada garis lapangan, ada wasit, ada pelanggaran, ada kartu kuning dan kartu merah.

Begitu pula hidup. Allah telah menurunkan Al-Qur’an dan sunnah sebagai aturan hidup. Jika pemain yang melanggar aturan mendapat hukuman, maka manusia yang sengaja melanggar aturan Allah pun harus siap mempertanggungjawabkannya.

Sepak bola memiliki tujuan, yaitu mencetak gol. Tidak ada tim yang bermain tanpa arah. Demikian pula hidup. Tujuan kita bukan sekadar mencari harta, jabatan, atau popularitas. Tujuan terbesar kita adalah meraih ridha Allah dan masuk surga.

BACA JUGA :  Jejak Murka Langit dan Kerentanan Manusia Modern

2.Pertandingan selalu diawasi wasit.

Tidak ada pelanggaran yang dibiarkan begitu saja. Dalam kehidupan, pengawasan Allah jauh lebih sempurna. Bahkan malaikat pun mencatat setiap ucapan dan perbuatan kita.

Kalau di lapangan ada teknologi VAR untuk memastikan keadilan, maka di akhirat tidak diperlukan lagi, karena Allah mengetahui segala sesuatu, bahkan yang tersembunyi di dalam hati.

3.Setiap pertandingan memiliki batas waktu.

Ketika peluit panjang berbunyi, pertandingan selesai. Tidak ada tambahan waktu bagi yang menyesal. Demikian pula umur manusia. Ketika ajal tiba, tidak ada lagi kesempatan menambah amal. Karena itu, selama “peluit akhir” belum berbunyi, manfaatkan waktu sebaik-baiknya.

BACA JUGA :  Jejak Murka Langit dan Kerentanan Manusia Modern

4.Kemenangan tidak diraih dengan bermalas-malasan.

Para pemain berlatih keras, disiplin, dan bekerja sama. Begitu pula seorang mukmin. Surga bukan hadiah bagi orang yang hanya berharap, tetapi bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadah, menjaga salat, berbakti kepada orang tua, jujur, dan bermanfaat bagi sesama.

5.Satu gol tidak cukup membuat tim lengah.

Mereka tetap fokus hingga akhir pertandingan. Begitu pula orang beriman. Amal baik hari ini tidak boleh membuat kita merasa aman. Kita harus istiqamah hingga akhir hayat, karena yang dinilai adalah akhir perjalanan.

    Allaahu a’lam
    wabaarakallah

    Penulis Instruktur Pendidikan Agama Islam di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato Provinsi Sumatera Barat*)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *