JAKARTA, FOKUSSUMBAR.COM – Kegagalan mengonversi peluang menjadi gol menjadi catatan utama pelatih Semen Padang FC, Stefano Cugurra alias Teco, setelah Kabau Sirah ditahan imbang 1-1 oleh Adhyaksa FC Bekasi dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Hasil tersebut membuat Teco harus melakukan evaluasi terhadap efektivitas permainan timnya. Sebab, Semen Padang dinilai mampu memperlihatkan permainan lebih baik dan menciptakan sejumlah peluang, khususnya pada babak kedua.
Namun, dominasi tersebut tidak menghasilkan gol tambahan yang dibutuhkan untuk mengamankan kemenangan.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Teco secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, Semen Padang memiliki kesempatan untuk membawa pulang tiga poin, tetapi persoalan penyelesaian akhir membuat peluang itu terlepas.
“Kita pasti kecewa sama hasil ya hari ini. Kita cuma dapat satu poin ini. Menurut saya, kita main lebih bagus daripada yang lawan. Kita punya banyak peluang di babak kedua buat bisa cetak gol dan menang, tapi hari ini kita harus terima hasil seri,” ungkapnya.
Ketenangan Pemain di Depan Gawang Jadi Sorotan
Evaluasi Teco tidak hanya tertuju pada jumlah peluang yang gagal dimanfaatkan. Ia juga menyoroti kualitas penyelesaian akhir dan ketenangan pemain ketika berhadapan dengan pertahanan lawan.
Teco menilai persoalan tersebut bukan karena pemain tidak menjalankan instruksi taktik. Skema permainan yang disiapkan tim pelatih sudah diterapkan, tetapi pelaksanaannya masih membutuhkan penyempurnaan, terutama saat memasuki area berbahaya.
Pemain harus mampu mengambil keputusan lebih tepat dan tidak terburu-buru ketika mendapatkan kesempatan mencetak gol.
“Bukan pemain tidak ikut instruksi, cuma kualitas buat finishing harus lebih tenang. Harus lebih tenang buat punya kualitas lebih bagus buat cetak gol,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Catatan ini menjadi perhatian serius karena kemampuan memaksimalkan peluang sangat menentukan hasil pertandingan. Permainan yang dominan tidak akan memberikan keuntungan maksimal apabila tidak diikuti efektivitas di depan gawang.
Intensitas Latihan Ditingkatkan, Finishing Diperbaiki
Sebagai tindak lanjut evaluasi, Teco memastikan tim pelatih akan kembali meningkatkan porsi latihan. Penyelesaian akhir menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian khusus.
Pembenahan tidak hanya menyangkut teknik menendang bola, tetapi juga bagaimana pemain menjaga ketenangan dan meningkatkan kualitas eksekusi ketika memperoleh peluang.
Teco ingin kegagalan menghadapi Adhyaksa FC menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pemain. Ia meminta tim tidak larut dalam kekecewaan, melainkan menjadikannya motivasi untuk bekerja lebih keras.
Menurutnya, hasil pertandingan dalam sepak bola bisa berakhir dengan kemenangan, kekalahan, maupun imbang. Namun, setiap hasil harus menjadi dasar untuk memperbaiki kekurangan.
“Pasti kita harus latihan lagi. Dalam sepak bola, semua tahu, bisa kalah, bisa seri, bisa menang. Siapa pun yang hasil datang hari ini, kita harus terima. Kita harus kerja lebih keras di dalam latihan, perbaikan diri, pemain harus perbaikan diri, dan kita harus latih finishing buat kita bisa cetak gol lebih di liga,” tuturnya.
Ari Maring Sampaikan Permohonan Maaf kepada Suporter
Kekecewaan atas hasil pertandingan juga dirasakan para pemain. Perwakilan pemain Semen Padang FC, Ari Maring, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter karena tim belum mampu memberikan kemenangan.
Ia mengakui hasil imbang tersebut bukan capaian yang diharapkan. Semen Padang sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengamankan tiga poin, tetapi belum mampu memanfaatkannya secara maksimal.
Hasil melawan Adhyaksa FC sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Kabau Sirah untuk memperbaiki performa pada pertandingan selanjutnya.
Bagi Teco, pekerjaan rumah Semen Padang kini cukup jelas: meningkatkan ketajaman lini serang, memperbaiki pengambilan keputusan, serta membangun ketenangan pemain dalam menyelesaikan peluang.
Pembenahan tersebut diharapkan membuat permainan yang sudah berjalan baik dapat menghasilkan kemenangan, bukan sekadar dominasi tanpa tambahan gol. (jiga)





