UNES Perkuat Jejaring Internasional, Rektor Prof. Sufyarma Pimpin Delegasi ke MAIWP Malaysia

Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd, memimpin delegasi Unes untuk memperkuat kerja sama akademik dengan Universiti Antarbangsa Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) Malaysia. (foto; ist)

KUALA LUMPUR, FOKUSSUMBAR.COM – Langkah Universitas Ekasakti (Unes) Padang memperluas jejaring internasional terus bergulir.

Kali ini, Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd, memimpin delegasi Unes ke Malaysia untuk memperkuat kerja sama akademik dengan Universiti Antarbangsa Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) Malaysia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Ekasakti Indonesia dengan Universiti Antarbangsa MAIWP Malaysia.

Penandatanganan dijadwalkan berlangsung Selasa (8/9/2026), bertempat di Kampus Universiti Antarbangsa MAIWP, Jalan Tangsi, Tasik Perdana, 50480 Kuala Lumpur, Malaysia.

Bagi Unes, momentum ini bukan sekadar seremoni penandatanganan dokumen kerja sama. Lebih dari itu, MoU dan MoA menjadi pintu masuk bagi terbangunnya kolaborasi pendidikan tinggi yang lebih luas, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi.

Baca Juga :  Uneg-uneg Kepala Daerah

Persiapan kerja sama dilakukan dengan membahas substansi kesepakatan secara mendalam.

Setiap klausul dikaji untuk memastikan adanya kesamaan pemahaman mengenai tujuan, ruang lingkup kerja sama, hak dan kewajiban masing-masing pihak, bentuk kegiatan, mekanisme pelaksanaan, pembiayaan, evaluasi hingga keberlanjutan program.

Langkah tersebut penting agar kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar dapat diterjemahkan menjadi program akademik yang konkret.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah implementasi program double degree Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ekasakti, dengan Program Studi Bachelor Business Administration (Hons) Human Resource Management, Fakulti Perniagaan, Pengurusan dan Kemanusiaan Universiti Antarbangsa MAIWP Malaysia.

Melalui program tersebut, Unes akan mengirimkan sedikitnya lima mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di Universiti Antarbangsa MAIWP Malaysia.

Program ini diharapkan memberikan pengalaman akademik internasional kepada mahasiswa sekaligus membuka wawasan mereka terhadap sistem pendidikan, tata kelola organisasi dan praktik manajemen sumber daya manusia di lingkungan global.

Baca Juga :  PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Budaya K3 Melalui Digitalisasi

Tidak berhenti pada double degree, kerja sama kedua perguruan tinggi juga berpeluang dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik lainnya, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, joint research, publikasi ilmiah, seminar internasional, guest lecture, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi sumber daya manusia hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi Indonesia–Malaysia tersebut juga menjadi ruang bagi kedua institusi untuk saling berbagi pengalaman dalam bidang tata kelola organisasi, administrasi publik, manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan dan pengembangan kelembagaan.

Dengan demikian, penandatanganan MoU dan MoA diharapkan menjadi awal dari perjalanan kerja sama yang lebih panjang.

Universitas Ekasakti terus mendorong internasionalisasi perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas kesempatan mahasiswa dan dosen untuk berkiprah di tingkat global.

Baca Juga :  26 Mahasiswa KKN UNES Resmi Ditarik dari Bukik Batabuah, Tinggalkan Program Nyata, Inovasi dan Transformasi Digital untuk Masyarakat

Kerja sama dengan Universiti Antarbangsa MAIWP Malaysia diharapkan menjadi jembatan akademik Indonesia–Malaysia, yang tidak hanya memperkuat hubungan kedua institusi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, perguruan tinggi dan masyarakat kedua negara.

Sebab, pada akhirnya, sebuah kerja sama internasional bukan diukur dari seberapa banyak dokumen yang ditandatangani, melainkan dari seberapa jauh kesepakatan tersebut mampu melahirkan program, pengalaman dan manfaat yang dapat dirasakan bersama. (bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *