Oleh : Wiztian Yoetri*)
SATU tahun kinerja Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Azis dengan pasangan Wakil Bupati Rahmat Hidayat, ‘lah basuluah matohari, bagalanggang mato urang banyak.’
Demikian diungkapkan tokoh masyarakat Padang Pariaman Bahrun Hikmah Rangkayo Rajo Sampono, usai menghadiri kegiatan “buko basamo” dan sekaligus refleksi satu tahun kepemimpinan JKA-Rahmat, di pendopo rumah dinas Bupati, di Karan Aur, Kota Pariaman, Senin (2/3/2026) lalu.
Menurut Rajo Berdaulat Nagari Ketaping itu, meski waktu satu tahun, belum cukup untuk menilai satu periode kepemimpinan secara komprehensif, namun dari kinerja satu tahun, sudah bisa dikatakan JKA-Rahmat telah berbuat nyata. ‘Lah basuluah matohari, bagalanggang mato urang banyak, dicaliak nampak, diawai taraso.’
Untuk kecamatan Batang Anai saja, misalnya Bupati JKA, telah mendorong dibangunnya Kampung Nelayan Ketaping, dengan anggaran Rp 22 Milyar, kegiatan itu berlangsung tahun 2025. Kampung Nelayan Merah Putih di Nagari Ketaping telah mendorong kemandirian dan kesejateraan nelayan di Padang Pariaman.
Begitu juga, dengan prakarsa Bupati JKA, musibah banjir dan longsor, menghanyutkan puluhan rumah penduduk, telah diantisipasi dengan pembangunan Hunian Sementara (Huntara), melalui bantuan BNPB, pada dua lokasi utama, di Kecamatan Batang Anai 40 Unit, dan Asam Pulau Lubuk Alung, untuk 34 unit.
“Rumah layak huni tersebut, dilengkapi fasilitas listrik, air bersih, termasuk Wifi. Hunian tersebut disiapkan BNPB untuk mempercepat penanganan pasca-bencana. Ini, merupakan bagian dari gerak cepat Bupati JKA yang memiliki hubungan yang bagus dengan pemerintah pusat,” ungkap Rajo Sampono.
Disisi lain, Sampono yang berperan besar dalam pembebasan lahan Bandara Internasional Minangkabau tanpa masalah, juga memuji kinerja Bupati JKA, dalam proses normalisasi arus sungai Batang Anai. Jauh sebelum musibah banjir, lewat perjuangannya JKA, sampai berupaya memindahkan dana normalisasi kota Padang ke Padang Pariaman.
Terhadap pembangunan Padang Pariaman secara keseluruhan, Sampono juga angkat topi, ditengah keterbatasan anggaran, Bupati JKA berhasil menggaet dana dari pusat untuk pembangunan sejumlah jembatan.
“Kita berharap kerugian hampir 2 Trilun Padang Pariaman akibat kerusakan sejumlah infrastruktur dalam musibah bencana 2025, mendapat respons dari pusat. Apalagi Presiden Prabowo sempat dua kali ke Padang Pariaman sebagai bukti perhatian besar,” tegas Sampono.
Terhadap upaya menggali aktifitas budaya di Padang Pariaman yang dilakukan Bupati JKA, dan didukung Ketua Tim Penggerak PKK Hajjah Nita Azis, Rajo Sampono juga memberi apresiasi.
“Kita mendukung kegiatan 100 festival dalam upaya menggali dan melestarikan budaya lokal di Padang Pariaman, termasuk agenda tahunan Pacuan Kuda di Gelanggang Duku Banyak, Balah Aie. Ini, momentum besar untuk mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan lokal, perantau dan wisatawan mancanegara, sekaligus untuk menggerakan ekonomi kerakyatan,” demikian Bahrun Rajo Sampono. []
Wartawan Senior*)




