PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Kebijakan penghentian sementara kegiatan Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Nasional (SPOBNAS) tahun 2026 mulai berdampak ke daerah. Meski demikian, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat memastikan pembinaan atlet tetap berjalan selama masa transisi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Mahdianur, saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026), mengakui adanya kebijakan penghentian sementara tersebut. Namun, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif agar para atlet tetap mendapatkan pembinaan.
“Kami sudah menerima surat resmi terkait penghentian sementara SPOBNAS. Di masa transisi ini, yang paling penting adalah bagaimana atlet tetap terjaga pembinaannya. Karena itu, kami akan memaksimalkan fasilitas yang ada di PPLP,” ujar Mahdianur.
Ia menegaskan, program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Sumatera Barat tetap berjalan karena tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pusat. Selain SPOBNAS yang bersumber dari APBN, di PPLP Sumbar juga terdapat program Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar Daerah (SPOPDA) yang dibiayai melalui APBD Provinsi Sumbar.
“PPLP tetap berlanjut. Kita punya SPOPDA yang dibiayai APBD, ini yang akan kita optimalkan untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet,” katanya.
Menurut Mahdianur, atlet yang terdampak dari kebijakan penghentian SPOBNAS akan dievaluasi secara bertahap. Dispora Sumbar juga akan mengupayakan agar para atlet tersebut dapat tetap dibina melalui skema SPOPDA.
“Kita tidak ingin pembinaan atlet terhenti. Secara bertahap akan kita evaluasi dan kita carikan solusi, salah satunya melalui SPOPDA agar mereka tetap bisa berlatih dan berkembang,” jelasnya.
Saat ini, tercatat sebanyak 23 atlet SPOBNAS di Sumatera Barat yang berasal dari dua cabang olahraga, yakni sepak bola dan atletik. Mereka menjadi kelompok yang terdampak langsung oleh kebijakan penghentian sementara tersebut.
Sementara itu, Kepala UPTD KBOR/PPLP Sumbar, Erdison, mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan orang tua siswa sekaligus atlet terkait kebijakan tersebut.
“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan orang tua siswa dan atlet untuk menjelaskan kondisi yang terjadi, termasuk langkah-langkah yang akan diambil selama masa transisi ini,” ujar Erdison.
Ia menegaskan, pihak PPLP berkomitmen menjaga keberlanjutan pembinaan serta memastikan para atlet tetap mendapatkan program latihan yang optimal.
“Kami pastikan anak-anak tetap berlatih seperti biasa. Dukungan orang tua juga sangat penting agar mereka tetap fokus dan tidak terganggu secara psikologis dengan kebijakan ini,” tambahnya.
Disisi lain, Mahdianur menambahkan, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan kepastian terkait kelanjutan program SPOBNAS.
“Kami berharap kebijakan ini tidak berlangsung lama. Yang jelas, daerah akan tetap berupaya menjaga keberlanjutan pembinaan atlet agar prestasi olahraga Sumbar tidak terganggu,” tutupnya. (jiga)




