PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Sumatera Barat 2026 yang digelar oleh Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sumbar berlangsung sukses dan lancar. Ajang ini digelar di Gedung Beladiri Kompleks GOR Haji Agus Salim, Padang, pada 1–4 Mei 2026.
Sebanyak 80 petinju dari 12 pengurus cabang (pengcab) se-Sumatera Barat ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurda ini juga dimanfaatkan sebagai pemanasan bagi para atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026 yang akan berlangsung pada 2–14 Oktober mendatang di Kabupaten Tanah Datar.

Ketua Pengprov Pertina Sumbar, Efendi, mengatakan Kejurda ini memiliki peran penting dalam mengukur kesiapan atlet.
“Kejurda ini menjadi ajang pemanasan bagi para petinju sebelum tampil di Porprov. Kita ingin melihat sejauh mana kesiapan mereka setelah menjalani latihan,” ujarnya.
Efendi menambahkan, sebelum Porprov digelar, para petinju juga akan kembali diuji dalam open turnamen Veri Mulyadi Cup yang direncanakan berlangsung pada pertengahab Juni 2026. Turnamen tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju ajang nasional.
“Turnamen Veri Mulyadi nanti juga kita siapkan sebagai ajang seleksi untuk menghadapi event PON Beladiri di Manado 2026,” katanya.
Efendi mengakui, dengan adanya iven ini semangat atlet daerah yang sempat mati suri, kembali bergairah melaksanakan latihan. “Semoga trend positif ini tetap terpelihara,” harapnya.
Sementara itu, Bendahara Umum Pertina Sumbar, Joni Sikumbang, menilai penyelenggaraan kejuaraan menjadi kunci untuk membangkitkan kembali gairah olahraga tinju di daerah.
“Ini awal kebangkitan tinju Sumbar. Tanpa turnamen, atlet sulit menjaga semangat latihan. Dengan adanya event, mereka punya target dan motivasi,” ujarnya.
Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan kejuaraan akan menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet.
“Atlet harus punya niat dan semangat untuk bangkit. Kami di pengprov akan terus berupaya menghadirkan event sebagai evaluasi hasil latihan,” tambah Joni.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus yang menutup kejurda, Senin (4/5/2026) malam, turut mengapresiasi pelaksanaan Kejurda tersebut. Ia menilai momentum ini sangat tepat dalam mempersiapkan atlet menuju Porprov.
“Tinju Sumbar terus menyala. Pengprovnya aktif, dan Kejurda ini jadi momen penting untuk melihat kesiapan atlet jelang Porprov di Tanah Datar,” ujarnya.
Hamdanus juga menegaskan komitmen KONI Sumbar untuk terus berkolaborasi dengan seluruh cabang olahraga, termasuk Pertina, demi meningkatkan prestasi olahraga daerah.
“Kami siap berkolaborasi. Harapannya, cabang tinju bisa menyumbang medali emas untuk Sumbar di berbagai ajang ke depan, terutama PON 2028 di NTT-NTB mendatang,” katanya.
Pada PON 2028 nanti, KONI Sumbar menargetkan peringkat 10 besar dengan raihan medali minimal 20 emas.
Usai Porprov, sejumlah agenda besar telah menanti, di antaranya PON Beladiri Manado 2026, Porwil 2027 di Kepulauan Riau, hingga PON NTB-NTT 2028. Kejurda ini pun diharapkan menjadi titik awal kebangkitan prestasi tinju Sumatera Barat di level nasional. (jiga)




