Saat Integritas Menjadi Penjaga Langkah

Oleh: Shintalya Azis*)

“Pak, ini THR buat Bapak. Anggota Bapak juga sudah kami berikan. Hmm… izin, Pak, apakah boleh titip juga buat Bu Ani?”

Pak Badrun menatap tajam ke arah si pembawa amplop. Pandangannya lalu beralih pada dua amplop putih di tangannya. Yang satu terasa sangat tebal, sedangkan amplop lainnya hanya setengah dari ketebalan itu.

Perlahan, tangannya mengulurkan kembali kedua amplop tersebut.

“Bawa kembali amplop-amplop ini,” ujarnya tegas namun tetap tenang. “Sampaikan kepada bosmu, Alhamdulillah kami sudah menerima THR dari tempat kami bekerja, dan itu sudah lebih dari cukup.”

Si pembawa amplop menerimanya kembali dengan wajah kikuk.

“Tapi, Pak… nanti bos saya bertanya, mengapa Bapak tidak mau menerima?”

Pak Badrun tersenyum tipis.

“Sampaikan pesan dari saya,” katanya mantap. “Berikan dan bagikan uang ini kepada para pekerjanya sendiri. Mereka jauh lebih berhak menerimanya.”

Di tengah banyaknya godaan yang kerap dibungkus dengan alasan penghargaan, Pak Badrun memilih menjaga langkahnya tetap lurus. Sebab baginya, integritas bukan sekadar kata-kata, melainkan benteng yang menjaga hati agar tidak mudah tergelincir.

#33daysintegritychallange #aksikita #lawankorupsi #biasakanyangbenar #day3

Penulis Gemar Menulis tentang Kehidupan, Budaya, dan Kisah-kisah Kecil yang Menginspirasi.*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *