Bandara Minangkabau Berubah Total, Wajah Baru Disiapkan Dongkrak Wisata Sumbar

Bandara Internasional Minangkabau. (Foto: Kumparan)

PADANG, FOKUSRIAU.COM – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) mempercepat program beautifikasi dan revitalisasi terminal penumpang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Sumatra Barat.

Program yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga Kuartal IV 2026 tersebut tidak hanya berfokus pada pembaruan fisik terminal, tetapi juga diarahkan untuk menjadikan Bandara Internasional Minangkabau sebagai representasi identitas budaya Minangkabau di pintu masuk utama provinsi itu.

Langkah ini menjadi penting di tengah persaingan destinasi wisata antar daerah yang semakin ketat. Bandara kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai sarana transportasi udara, tetapi juga menjadi wajah pertama yang dilihat wisatawan saat tiba di suatu daerah.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengatakan revitalisasi terminal merupakan bagian dari strategi peningkatan pengalaman penumpang sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Menurutnya, bandara harus mampu menghadirkan kesan pertama yang kuat bagi wisatawan yang datang ke Sumatra Barat.

“Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya menjadi tempat naik dan turun pesawat, tetapi juga menjadi etalase budaya yang modern, nyaman, dan membanggakan masyarakat Sumatra Barat,” kata Dony, Jumat (19/6/2026).

Upaya tersebut dinilai memiliki dampak strategis karena Bandara Internasional Minangkabau merupakan gerbang utama masuknya wisatawan domestik maupun mancanegara ke berbagai destinasi unggulan di Sumatra Barat.

Empat Fokus Utama Revitalisasi Terminal
Manajemen bandara menetapkan empat fokus utama dalam program beautifikasi yang sedang berjalan.

Pertama, transformasi visual terminal dengan menggabungkan konsep arsitektur modern dan unsur budaya lokal Minangkabau. Sejumlah motif tradisional seperti Kaluak Paku dan Pucuak Rebung akan ditampilkan pada berbagai elemen interior untuk memperkuat identitas daerah.

Kedua, peningkatan kenyamanan penumpang melalui peremajaan ruang tunggu keberangkatan atau boarding lounge, penyempurnaan suasana terminal, serta peningkatan kualitas fasilitas pendukung termasuk toilet yang disesuaikan dengan standar pelayanan global dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Ketiga, penataan ulang alur pergerakan penumpang atau flow management. Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan tata letak area check-in dan kawasan komersial sehingga proses perpindahan penumpang menjadi lebih lancar, efisien, dan minim hambatan.

Keempat, penambahan area hijau di dalam terminal melalui konsep indoor greenery. Elemen vegetasi akan ditempatkan pada sejumlah titik strategis guna menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman bagi pengguna jasa bandara.

Perubahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengalaman penumpang sekaligus memperpanjang waktu interaksi wisatawan dengan berbagai produk dan layanan lokal yang tersedia di kawasan terminal.

Empat Fokus Utama Revitalisasi Terminal
Revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya berdampak pada sektor transportasi udara. Keberadaan terminal yang lebih modern dan representatif diyakini dapat memperkuat citra Sumatra Barat sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Dalam industri pariwisata modern, pengalaman wisatawan dimulai sejak mereka tiba di bandara. Karena itu, kualitas fasilitas dan atmosfer terminal memiliki pengaruh besar terhadap persepsi wisatawan terhadap suatu daerah.

Selain mendukung sektor pariwisata, pembenahan terminal juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan bandara. Penataan area komersial yang lebih baik membuka peluang peningkatan transaksi tenant, promosi produk lokal, serta pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah yang terlibat dalam rantai ekonomi pariwisata.

Kehadiran tenant yang menyajikan kuliner khas Sumatra Barat juga menjadi bagian dari strategi memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Ranah Minang.

Hadirkan Pengalaman Wisata Melalui Lima Indera
Salah satu konsep yang diusung dalam revitalisasi ini adalah menghadirkan pengalaman perjalanan berbasis lima panca indera.

Melalui pendekatan tersebut, pengunjung tidak hanya melihat desain terminal yang menampilkan unsur budaya Minangkabau, tetapi juga dapat merasakan pengalaman yang lebih menyeluruh.

Unsur visual diwujudkan melalui ornamen budaya lokal dan desain interior khas Minangkabau. Dari sisi suara, bandara menghadirkan pertunjukan musik daerah di area terminal untuk memperkuat nuansa budaya.

Pengalaman cita rasa disajikan melalui tenant kuliner khas Sumatra Barat dengan konsep gerai yang mengadaptasi desain Rumah Gadang.

Sementara itu, unsur sentuhan diwujudkan melalui penggunaan pakaian adat dalam berbagai kegiatan tertentu, sedangkan unsur aroma dihadirkan melalui penggunaan wewangian khusus di area terminal.

Konsep tersebut menjadi bagian dari strategi diferensiasi layanan yang semakin banyak diterapkan bandara-bandara modern di berbagai negara untuk menciptakan pengalaman yang lebih berkesan bagi pengguna jasa.

Pengerjaan Dilakukan Tanpa Ganggu Operasional Penerbangan
Di tengah proses revitalisasi yang berlangsung, manajemen memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan normal.

Pekerjaan fisik dilakukan secara bertahap dengan pengaturan ketat guna meminimalkan gangguan terhadap kenyamanan penumpang.

Area proyek disekat secara khusus, sementara pekerjaan dengan intensitas tinggi dilakukan pada jam-jam sepi penerbangan atau pada malam hari.

Meski demikian, manajemen mengakui terdapat sejumlah penyesuaian alur penumpang dan aktivitas pengerjaan di beberapa titik terminal yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara selama masa konstruksi.

Tahap awal program beautifikasi ditargetkan selesai pada awal Kuartal III 2026, sedangkan keseluruhan revitalisasi terminal dijadwalkan rampung pada Kuartal IV 2026.

Jika target tersebut tercapai, Bandara Internasional Minangkabau akan memiliki wajah baru yang lebih modern, nyaman, dan berkarakter lokal untuk menghadapi pertumbuhan arus penumpang serta memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi Sumatera Barat dalam jangka panjang. (bsh)

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *