Sambut HJK ke-357, Pemko Padang Gandeng BWS Sumatera V Kebut Pengerukan Sedimen dan Bongkar Bangkai Kapal di Batang Arau

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, serta BWS Sumatera V Padang melakukan pengerukan sedimen besar-besaran sekaligus mengevakuasi bangkai kapal yang mengganggu alur sungai. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Padang mengambil langkah strategis dalam membenahi dan mempercantik kawasan cagar budaya maritim Sungai Batang Arau. Langkah konkret ini diwujudkan melalui kolaborasi intensif antara Kelurahan Batang Arau, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, serta BWS Sumatera V Padang untuk melakukan pengerukan sedimen besar-besaran sekaligus mengevakuasi bangkai kapal yang mengganggu alur sungai.

Agenda penataan ini memiliki dua urgensi utama: menjaga kelestarian ekosistem sungai guna mengantisipasi banjir akibat pasang air laut, serta menyukseskan pelaksanaan festival budaya Selaju Sampan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Pengerukan Sedimen Sepanjang 280 Meter

BACA JUGA :  Resep Peyek Udang Renyah dan Gurih, Begini Cara Membuatnya Agar Tetap Garing

Malvi Hendri, Kepala Dinas PUPR Kota Padang menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi sungai ini ditargetkan menyasar alur sepanjang kurang lebih 280 meter. Hingga akhir Juli, pengerjaan telah berhasil menyisir area sepanjang 150 meter yang mencakup titik kritis di sekitar Jembatan Siti Nurbaya dan kawasan Seberang Palinggam.

Dalam operasi ini, BWS Sumatera V mengerahkan armada alat berat berupa 2 unit excavator (jenis amfibi dan long arm), didukung oleh 1 unit excavator standar dan 10 unit dump truck dari Dinas PUPR untuk memindahkan material sedimen ke area pembuangan (disposal) di tepi sungai.

Pembongkaran Empat Bangkai Kapal Secara Humanis

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp20.000, Peluang Beli Makin Besar

Selain masalah pendangkalan, keberadaan bangkai kapal yang mangkrak menjadi ancaman serius bagi keselamatan alur pelayaran peserta Selaju Sampan. Berdasarkan keterangan Lurah Batang Arau, Khosyi Mudhoffar, terdapat empat unit bangkai kapal yang memakan ruang navigasi sungai dan diputuskan untuk dibongkar.

Proses pembongkaran yang berjalan sejak 15 Juli hingga 4 Agustus 2026 ini dipastikan berjalan kondusif tanpa hambatan. Pihak kelurahan mengedepankan pendekatan persuasif, mediasi kekeluargaan, serta melengkapi administrasi lewat surat pernyataan resmi bersama pemilik kapal sebelum mengeksekusi pembersihan.

Harapan Wajah Baru Wisata Heritage

Melalui penataan terpadu ini, Pemko Padang melalui Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar berharap kawasan Batang Arau tidak hanya siap memukau wisatawan selama momentum HJK ke-357, tetapi juga mampu mengembalikan citra positifnya sebagai destinasi wisata maritim dan heritage unggulan yang bersih, aman, indah, serta berkelanjutan bagi masyarakat luas. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *