Lisda Hendrajoni Ajak Anak Yatim dan Piatu dari Padang, Pesisir Selatan, dan Padang Panjang Nobar Film “Anak-Anak Bambu”

Anggota DPR RI Dapil Sumbar I, H. Lisda Hendrajoni berswafoto bersama produser film, Elma Theana, serta artis utama Sonny Septian dan Fairuz A. Rafiq serta anak yatim dan piatu. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Barat I, H. Lisda Hendrajoni mengajak anak-anak yatim dan piatu beserta orang tua atau wali dari Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang Panjang mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film “Anak-Anak Bambu” di Trans XXI Padang, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh produser film, Elma Theana, serta artis utama Sonny Septian dan Fairuz A. Rafiq.

Kegiatan sosial ini menjadi bentuk kepedulian Lisda Hendrajoni terhadap anak-anak yatim dan piatu dengan menghadirkan hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan pesan moral dan pendidikan karakter.

Anak-anak bersama orang tua atau wali tampak antusias sejak tiba di bioskop. Mereka datang dari berbagai daerah, yakni Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang Panjang, untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Sebelum pemutaran film dimulai, para peserta berkesempatan bertemu langsung dengan produser Elma Theana serta para pemeran utama, Sonny Septian dan Fairuz A. Rafiq. Mereka juga mengabadikan momen melalui sesi foto bersama.

BACA JUGA :  Agak Lain

Dalam sambutannya, Lisda Hendrajoni mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk terus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan piatu serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi mereka.

Menurut Lisda, setiap anak berhak memperoleh perhatian, kasih sayang, dan kesempatan menikmati kegiatan positif yang dapat membangun semangat serta rasa percaya diri mereka.

Produser film, Elma Theana, menjelaskan bahwa film “Anak-Anak Bambu” mengangkat kisah perjuangan seorang anak yatim yang tetap tegar menghadapi berbagai cobaan hidup dengan semangat pantang menyerah.

Selain itu, film tersebut juga membawa pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan menanam dan memelihara bambu sebagai simbol ketahanan, persatuan, dan harapan bagi generasi mendatang.

“Film ini menceritakan tentang tangguhnya seorang anak yatim dan peduli memelihara bambu. Melalui Anak-Anak Bambu, kami ingin mengajak masyarakat, terutama anak-anak, untuk mencintai lingkungan sekaligus tidak menyerah dalam menghadapi kehidupan,” ujar Elma Theana.

BACA JUGA :  3.500 Anak Meriahkan Hari Anak Nasional di Padang Panjang

Sonny Septian mengaku bahagia dapat bertemu langsung dengan anak-anak yatim dan piatu dari tiga daerah tersebut. Ia berharap film yang ditonton bersama mampu memberikan inspirasi agar mereka terus berjuang meraih cita-cita.

Fairuz A. Rafiq juga menyampaikan harapannya agar nilai-nilai yang terkandung dalam film dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, peduli terhadap sesama, dan mencintai alam.

Selama pemutaran film, para peserta terlihat larut mengikuti alur cerita. Banyak di antara mereka yang tersentuh dengan perjuangan tokoh utama sekaligus menikmati pesan-pesan positif yang disampaikan dalam film.

Orang tua dan wali yang mendampingi menyampaikan apresiasi kepada Lisda Hendrajoni atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka menilai acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anak-anak.

BACA JUGA :  Presiden Diminta Jadikan Pertemuan dengan Kepala Daerah sebagai Momentum Reformasi Sistemik

Kegiatan nobar juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara masyarakat dengan insan perfilman Indonesia. Kehadiran produser dan para artis memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi anak-anak yatim dan piatu yang hadir.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara Lisda Hendrajoni, Elma Theana, Sonny Septian, Fairuz A. Rafiq, serta seluruh peserta. Lisda berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan piatu sekaligus menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan. (mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *