Semarakkan Ramadan, Masjid Nurul Amri Gelar MTQ Lansia V

Wali Kota diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako, I Putu Venda, membuka resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Lansia V di Masjid Nurul Amri, Kelurahan Balai Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat. (foto; ist)

PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Semarakkan Ramadan 1447 H, Masjid Nurul Amri, Kelurahan Balai Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Lansia V.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako, I Putu Venda, Rabu (4/3/2026) malam usai Salat Tarawih.

Musabaqah kali ini diikuti jemaah lanjut usia dari berbagai masjid di Kota Padang Panjang dan berlangsung hingga Kamis (5/3/2026) malam pada waktu yang sama.

Dalam sambutannya, I Putu Venda menyampaikan apresiasi atas konsistensi Masjid Nurul Amri dalam menghadirkan ruang syiar yang inklusif bagi para lansia.

“Di usia yang tidak lagi muda, dengan penglihatan yang mungkin tidak setajam dulu, dengan suara yang mungkin tidak lagi sekuat dahulu, para orang tua kita tetap berusaha mendekat kepada Kalamullah,” ujarnya.

Dikatakannya, para lansia tidak menyerah pada usia dan tidak berhenti belajar. Justru di usia senja, mereka semakin ingin bersahabat dengan Al-Qur’an.

Ia juga menambahkan, berbagai penelitian menunjukkan membaca dan melantunkan Al-Qur’an membawa ketenangan batin, menjaga kesehatan mental, serta menumbuhkan semangat hidup bagi para lansia.

“MTQ Lansia hari ini bukan sekadar perlombaan, tetapi peristiwa iman, bukti bahwa cinta kepada Al-Qur’an tidak pernah mengenal kata terlambat,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus Masjid Nurul Amri, Endi Aswel mengungkapkan antusiasme peserta tahun ini. Hingga saat pembukaan, tercatat 30 peserta telah mendaftar, terdiri dari 13 orang bapak-bapak dan 17 orang ibu-ibu, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah.

Menurut Endi, kegiatan ini menjadi sarana mempererat ukhuwah antarjemaah lansia agar tidak pernah berhenti belajar membaca Al-Qur’an. (harris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *