Oleh : Az-zahra Rahma Fadila*)
APAKAH kalian sadar secara tidak langsung kita sering berjalan di atas sandal orang lain? Setiap apapun yang kita lakukan sering kali beriringan dengan rasa takut akan penilaian orang lain. Bahkan kita sering mengorbankan rasa nyaman, demi dapat terlihat sempurna di mata orang lain.
Namun apakah kita sadar?, kita juga punya kebebasan dalam diri kita, kita berhak melakukan apapun yang menurut kita benar selagi itu tidak merugikan siapapun.
Di era digital saat ini, bahkan orang yang tidak kita kenal pun dapat memberikan penilaian terhadap kita, apakah itu penilaian baik ataupun penilaian buruk, tanpa mereka tahu realita sebenarnya. Tapi hal itu seharusnya tidak mempengaruhi apapun dalam hidup kita.
Sering kali penilaian buruk menghancurkan banyak wishlist dalam hidup, lalu sampai kapan kita akan mempedulikan hal-hal yang seharusnya tidak kita pikirkan. Kita seharusnya tidak overthinking terhadap hal-hal yang bukan dalam kendali kita.
Orang lain punya kebebasan untuk menilai, namun kita juga punya hak untuk tidak peduli dengan semua itu. Karena kita tidak dapat mengendalikan situasi di luar diri kita, yang bisa kita lakukan hanyalah tetap fokus pada tujuan dan pandai dalam bersikap.
Bahkan di era yang penuh dengan teknologi ini, semuanya terasa sangat singkat dan sempit. Banyaknya fitnah online dan pujian palsu di media sosial, terkadang membuat kita bingung. Kita tidak hanya sulit mengenal orang lain, namun juga sering merasa kesulitan untuk mengenal diri sendiri.
Yang harus selalu kita sadari bahwa hidup sebenarnya adalah bagaimana kita terus menjalani kehidupan yang nyata dan kita hadapi secara langsung, bukan dunia maya yang sering tak sejalan dengan pikiran dan harapan kita. Maka bijaklah dalam memilih respon yang sesuai.
Bersikap positif itu bukan denial terhadap keadaan, tetapi transformasi realita menjadi pintu untuk terus belajar.
Bersikap itu seperti kuas kita untuk melukis, sedangkan realita adalan kanvas, hasil dari pilihan kita untuk melukis warna yang cerah atau kelam. Maka puruskanlah untuk melukis dengan warna yang cerah, maka kamu akan mendapat banyak pengajaran indah di dalamnya.
Bersikap Adalah pilihan mutlak di ruang bebas, penilaian orang lain tidak akan menjadi benalu dalam hidup kita, jika kita mampu untuk mengontrol pandangan kita.
Hidup itu seperti tumbuhan, jangan anggap badai sebagai sebuah ancaman, namun pandanglah badai itu sebagai anugrah, badai itu membawakan hujan agar kamu bisa tetap tumbuh.
Kamu masih banyak mimpi, tapi orang lain juga punya banyak puji dan iri, seharusnya kamu sudah siap untuk itu semua, mungkin terkadang kamu redup, tetapi kamu akan tetap bercahaya dengan sinar yang membuat semua orang tidak bisa berkata-kata dengan silaunya cahaya itu. []
Mahasiswa Prodi Ilmu Al-qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama serta UKM Bengkel Kata UIN Imam Bonjol Padang*)




