PASAMAN BARAT, FOKUSSUMBAR.COM – Beberapa waktu usai sholat Id, khususnya di Pasaman Barat. Jajaran Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat melaksanakan penyembelihan terhadap Dua ekor sapi kurban.
Penyembelihan hewan kurban ini dipimpin Kepala Kantor, Thomas Febria, diikuti Kasubbag Tata Usaha, Suharjo, para kepala seksi (Kasi), Penyelenggara Zakat Wakaf, perwakilan kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala madrasah negeri, dan staf kantor.
Selain itu, penyembelihan hewan kurban ini, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pasaman Barat, Ronaldi, Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Ny. Wira Thomas, unsur pengurus dan pihak terkait lainnya.
Thomas Febria, pada kesempatan itu katakan, peristiwa berkurban di bulan Zulhijjah adalah simbol ketaatan total dan bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT, seperti yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat, hari ini.
Peristiwa ini, katanya, bukan sekadar menyembelih hewan kurban, sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Peristiwa ini, juga sebagai bentuk keteladanan, keikhlasan dan kesabaran yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta memupuk rasa kepedulian sosial terhadap sesama.
- Ketakwaan dan Ketaatan MutlakKurban adalah bukti cinta tertinggi kepada Sang Pencipta. Sebagaimana kisah sejarahnya, Nabi Ibrahim AS rela mengorbankan putranya demi menjalankan perintah Allah SWT, yang kemudian digantikan oleh-Nya dengan seekor domba. Hal ini mengajarkan bahwa tidak ada yang lebih utama melebihi perintah-Nya.
- Melatih KeikhlasanBerbagi harta melalui hewan kurban menuntut keikhlasan. Hakikat kurban bukanlah tentang daging atau darah yang sampai kepada Allah SWT, melainkan tingkat ketakwaan orang yang menjalankannya.
- Kepedulian Sosial dan PersaudaraanPenyembelihan hewan kurban juga memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat. Daging kurban didistribusikan kepada kerabat, tetangga, dan fakir miskin, yang akan mempererat tali persaudaraan serta menumbuhkan rasa empati di tengah masyarakat.
- Membersihkan Jiwa dari Sifat TercelaIbadah ini menjadi sarana untuk mensucikan diri dari sifat kikir dan kecintaan berlebihan terhadap harta duniawi. Umat Islam diingatkan untuk senantiasa siap berkorban demi kebaikan dan kemaslahatan bersama.
Ketua pelaksana, juga Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Asriwan, jelaskan, pada tahun 1447/2026, di Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, dilakukan penyembelihan terhadap dua ekor sapi atas nama ASN Kemenag dan Kemenhaj Pasbar dengan jumlah peserta 14 orang. (gmz)




