PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, membuka secara resmi Gathering Pendonor Apheresis bertema “Bersama untuk Kebaikan” yang digelar Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang di Ballroom Hotel Santika Padang, Sabtu (11/7/2026).
Dalam sambutannya, Zulhardi Z Latif menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor apheresis yang selama ini dengan penuh keikhlasan meluangkan waktu untuk membantu sesama, bahkan tidak mengenal siang maupun malam demi memenuhi kebutuhan darah pasien.
“Atas nama Pengurus PMI Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendonor apheresis. Dedikasi Bapak dan Ibu merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang telah menyelamatkan begitu banyak nyawa,” ujarnya.
Selanjutnya, Zulhardi menjelaskan bahwa donor apheresis merupakan metode donor darah modern yang lebih efisien karena hanya mengambil komponen darah tertentu, seperti trombosit atau plasma, sementara komponen darah lainnya dikembalikan ke tubuh pendonor melalui alat khusus.
Menurutnya, satu kali donor apheresis dapat menghasilkan trombosit setara dengan 6 hingga 10 kantong donor darah biasa, sehingga sangat membantu memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi komponen darah secara khusus.
“Komponen darah ini memiliki fungsi yang sangat vital, terutama bagi pasien demam berdarah, pasien kanker, maupun pasien lain yang membutuhkan transfusi trombosit atau plasma dalam kondisi darurat,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai mengenal dan menjadi pendonor apheresis sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
“Kami mengajak masyarakat sehat, terutama generasi muda, untuk menjadi pendonor apheresis. Setiap komponen darah yang didonorkan adalah harapan hidup bagi mereka yang sedang melawan penyakit,” ungkapnya.
Seterusnya, Zulhardi menambahkan, sering kali masyarakat tidak menyadari bahwa setetes komponen darah yang didonorkan telah mengeringkan ribuan air mata keluarga pasien.
“Tanpa kita sadari, darah yang kita donorkan telah menyelamatkan begitu banyak kehidupan. Berapa banyak anak yang tidak jadi kehilangan ayah atau ibunya, dan berapa banyak orang tua yang tidak jadi kehilangan anaknya. Semua itu karena kepedulian para pendonor,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhardi juga mengungkapkan komitmen PMI Kota Padang bersama Pemerintah Kota Padang dalam memberikan penghargaan kepada para pendonor darah yang telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali.
Ia menyebutkan saat ini masih terdapat 37 pendonor yang menjadi daftar penerima penghargaan umrah. Pada tahun 2026, sebanyak 17 pendonor dijadwalkan diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Insyaallah tahun ini sebanyak 17 orang akan kami berangkatkan umrah. Tanggal 13 Juli 2026 satu orang berangkat, kemudian 10 Agustus 2026 sebanyak enam orang, dan selanjutnya 31 Agustus 2026 sebanyak sepuluh orang lagi akan diberangkatkan sebagai bentuk apresiasi PMI bersama Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir,” jelasnya.
Gathering yang turut dihadiri Kepala UDD PMI kota Padang, dr. Widiarman, Ketua Harian PMI kota Padang, Monly dan para dokter serta pendonor apheresis makin hangat ketika disuguhi hiburan musik Marianis Band.
Juga peserta Gathering disediakan beraneka ragam doorprize yang dipersembahkan PMI kota Padang untuk pendonor apheresis. (rls)
