PAYAKUMBUH, FOKUSSUMBAR.COM – Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda menyaksikan langsung laga semifinal Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 di Lapangan Kapten Tantawi, Sabtu (1/8/2026).
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus menghadirkan kompetisi berkualitas sekaligus memperkuat pembinaan talenta sepak bola muda.
Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Rida memantau jalannya pertandingan sekaligus berkoordinasi dengan panitia mengenai perkembangan penyelenggaraan turnamen yang diikuti tim-tim dari Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.
Dalam peninjauan tersebut, Rida melihat sejumlah aspek penyelenggaraan, mulai dari kelancaran pertandingan, pengamanan, hingga kesiapan teknis.
Hasil peninjauan itu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Piala Wali Kota Payakumbuh pada pelaksanaan berikutnya.
Di sela pertandingan, Rida mengatakan sepak bola tidak sekadar menjadi arena untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat dari berbagai daerah sekaligus wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi.
“Pemerintah Kota Payakumbuh bersama panitia terus melakukan evaluasi agar kualitas penyelenggaraan turnamen semakin baik. Kompetisi ini mempertemukan tim-tim dari Sumatera Barat, Riau, dan Jambi sehingga menjadi ajang yang positif untuk meningkatkan kualitas sepak bola daerah,” ujarnya.
Menurut Rida, antusiasme masyarakat yang memadati Lapangan Kapten Tantawi selama turnamen menunjukkan besarnya perhatian terhadap sepak bola.
Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan turnamen sebagai ruang kompetisi sekaligus bagian dari pembinaan talenta muda.
“Kita berharap turnamen ini tidak hanya menjadi tontonan dan kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet-atlet muda. Dari kompetisi seperti inilah pemain mendapatkan pengalaman, jam terbang, dan kesempatan mengembangkan kemampuan,” katanya.
Sementara itu, laga semifinal mempertemukan Saga FC asal Sijunjung dengan Tigo Kayo FC asal Payakumbuh. Kedua tim langsung terlibat jual beli serangan sejak peluit kick-off dibunyikan dalam pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi.
Saga FC berupaya membangun serangan melalui lini tengah, sedangkan Tigo Kayo FC tampil disiplin menjaga keseimbangan permainan sembari mencari celah di lini pertahanan lawan.
Duel berlangsung ketat di sejumlah sektor lapangan. Tingginya intensitas pertandingan membuat wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk menjaga jalannya pertandingan tetap terkendali.
Tigo Kayo FC akhirnya mampu memecah kebuntuan dan mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Skor 1-0 memastikan wakil Payakumbuh itu merebut tiket ke partai final Piala Wali Kota Payakumbuh 2026.
Kemenangan tersebut menjaga peluang Tigo Kayo FC mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri setelah melewati semifinal yang berlangsung sengit. (SA)
