SAWAHLUNTO, FOKUSSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Kebudayaan menggelar kegiatan “Belajar Bersama Membuat Lamang Tungkek” di Museum Goedang Ransoem, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan lamang tungkek sebagai salah satu makanan khas Talawi, sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap warisan kuliner tradisional Kota Sawahlunto.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua GOW Kota Sawahlunto, Ny. Kemala Jeffry, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan beserta jajaran, ibu-ibu ketua dan anggota organisasi perempuan se-Kota Sawahlunto, para juri, serta tamu undangan lainnya. Melalui kegiatan belajar bersama ini, para peserta berkesempatan mengenal proses pembuatan lamang tungkek, serta mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarorganisasi perempuan di Kota Sawahlunto.
Ketua GOW Kota Sawahlunto, Ny. Kemala Jeffry, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan atas kerja sama dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar belajar membuat makanan tradisional, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenal, menghargai, memperkenalkan, dan melestarikan warisan kuliner agar tidak hilang ditelan zaman.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Sawahlunto mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan atas kerja sama dan dukungannya sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. Kegiatan ini bukan sekadar tentang bagaimana kita belajar membuat sebuah makanan, lebih dari itu kita belajar untuk mengenal, menghargai, memperkenalkan, dan melestarikan warisan kuliner agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Ny. Kemala Jeffry.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertemuan hari ini, melainkan dapat terus dilanjutkan melalui praktik, pengembangan, dan pengenalan kepada masyarakat luas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini. Apa yang kita pelajari untuk terus dipraktikkan, dikembangkan, dan diperkenalkan sehingga lamang tungkek semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan kuliner yang menjadi kebanggaan Kota Sawahlunto,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pelestarian kuliner khas Talawi dan memastikan warisan budaya tersebut tetap hidup serta diwariskan kepada generasi mendatang. (van)






