YOGYAKARTA, FOKUSSUMBAR.COM — Memasuki hari kedua ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (5/11/2026), delegasi UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi tampil meyakinkan dengan memadukan promosi kapasitas akademik, impactful networking (jejaring berdampak), dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau di panggung nasional.
Ajang tahunan yang diikuti 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tersebut dibuka dengan amanat mendasar Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Menag menekankan pentingnya penguasaan sains, teknologi, dan riset keagamaan guna merebut kembali era kejayaan peradaban Islam, sembari mengingatkan agar kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) senantiasa dibingkai oleh moral dan etika.
Amanat tersebut direspons lugas oleh Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si. Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa di ajang ini merupakan kristalisasi falsafah Alam Takambang Jadi Guru—membaca fenomena alam dan perkembangan zaman untuk melahirkan sains yang berakar pada etika spiritual.
“Arahan Menteri Agama menjadi pijakan bagi kami. UIN Bukittinggi menghadirkan riset dan pendidikan yang tidak hanya responsif terhadap teknologi, tetapi juga berjangkar pada kearifan lokal Minangkabau. Kita ingin melahirkan akademisi yang mahir berteknologi, bernas secara keilmuan, dan teguh memegang etika moral,” tegas Silfia.
Promosi Edukatif dan Jejaring Strategis
Daya pikat stan UIN Bukittinggi terbukti memantik kunjungan strategis Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Noorhaidi Hasan, M.Phil., Ph.D., serta jajaran Kanwil Kemenag Sumatera Barat. Ruang perjumpaan ini dimanfaatkan secara optimal untuk membangun impactful networking—membuka peluang kolaborasi riset interdisipliner dan pertukaran akademik antar-PTKIN.
Di luar arena pameran, strategi promosi institusi dilakukan secara inklusif dan dialogis. Mahasiswa UIN Bukittinggi yang bertindak sebagai finalis OASE mengambil langkah proaktif dengan menyambangi para santri MAN Gunungkidul. Langkah jemput bola ini mengenalkan lanskap perguruan tinggi Islam modern, iklim akademik kampus, serta pilihan program studi unggulan secara langsung kepada calon mahasiswa.
Wakil Rektor Urusan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Edi Rosman, M.Hum., menegaskan bahwa diplomasi pameran dan edukasi lapangan ini memperkuat kapasitas diri mahasiswa sekaligus citra lembaga.
“OASE bukan sekadar panggung seremonial. Ini ruang networking yang berdampak nyata bagi mahasiswa untuk mengasah komunikasi publik, memperluas wawasan keilmuan, dan menegaskan daya saing UIN Bukittinggi di tingkat nasional,” ujar Edi.
Fondasi Kampus Unggul
Partisipasi penuh percaya diri kontingen UIN Bukittinggi di Yogyakarta berdiri di atas fondasi kelembagaan yang kokoh. Kampus terkemuka dari bumi Minangkabau ini telah mengantongi Akreditasi Institusi UNGGUL (Superior) dengan tata kelola 38 program studi lintas jenjang:
- 26 Program Sarjana (S1): Menjangkau FTIK (6 prodi), FEBI (7 prodi), FUAD (6 prodi), FSYAR (4 prodi), dan SAINTEK (3 prodi).
- 8 Program Magister (S2): Meliputi bidang pendidikan, ekonomi syariah, filsafat Islam, hukum Islam, dan manajemen pendidikan.
- 4 Program Doktor (S3): Berfokus pada disiplin Studi Islam, Ilmu Syariah, Pendidikan Agama Islam, serta Aqidah dan Filsafat Islam.
Melalui perpaduan riset berbasis tradisi keilmuan, impactful networking, dan promosi edukatif, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi membuktikan komitmennya untuk terus mengukuhkan posisi sebagai simpul utama pendidikan tinggi Islam yang adidaya, berkarakter, dan berdaya saing global. (irwandi)
