PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Tujuh unit Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) Melayu Gaduang resmi diterima korban penyintas banjir bandang Pangka Jembatan Batu Busuk, Sabtu 2 Mei 2026.
Ketujuh penerima manfaat merupakan warga RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang yang rumahnya hanyut dan rusak berat akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.
Hunsela dibangun di tanah ulayat Kaum Suku Melayu Gaduang di kawasan Lubuk Gajah, Kampuang Koto, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh. Tiap unit berdiri di atas lahan 8 x 12 meter yang dihibahkan kaum untuk korban.

Pembangunan Hunsela ini merupakan hasil kolaborasi donatur PAPDI Cabang Sumbar dan IKA Farmasi UNAND. Serah terima dilakukan langsung oleh perwakilan donatur Dr. dr. Saptino Miro, SpPD-KGEH FINASIM dari PAPDI Sumbar dan Anggota DPR RI Rahmad Sholeh dari IKA Farmasi UNAND.
Acara juga dihadiri Wakil Rektor II UNAND, Lurah Piai Tangah, serta Prof. Fauzan selaku inisiator program yang mewakili 4 lembaga: Pusat Bencana UNAND, IKA UNAND, Asosiasi Perempuan Bencana Sumbar, dan Karang Taruna Kelurahan Kapalo Koto.
Ninik Mamak Kaum Suku Melayu Gaduang Safril, yang mewakili penerima manfaat, menyampaikan terima kasih.
“Hunsela ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih untuk semua donatur, inisiator, dan pemerintah yang sudah peduli,” ujarnya.
Hunsela ini dibangun selama 32 hari, 26 Maret hingga 26 April 2026, secara gotong royong. Setiap unit memiliki 2 kamar, ruang tamu, dapur, kamar mandi, listrik, dan air bersih.
Prof. Herwina, salah seorang inisiator, menyebut program Hunsela akan terus berlanjut. Hingga kini sudah terbangun 11 unit di Talang Batu Busuk, 2 di Kubang, 7 di Melayu Gaduang Piai, 3 di Gerbang Langit Batu Busuk, dan rencana 16 unit lagi di Rimbo Panjang Batu Busuk. (dasrul)




