GERBANG itu seolah memberi pesan tegas kepada setiap pengunjung. Di sisi gerbang tertulis “Wisata Perikanan”, dan “Wisata Olahraga”.
Dua frasa sederhana, namun cukup menggambarkan wajah Kawasan Wisata Olahraga Peridon (Peridon Siap Maju) di Aek Nabirong, Pasaman Barat, sebuah ruang di mana rekreasi keluarga dan adrenalin olahraga bertemu dalam satu tarikan napas.
Hamparan kawasan ini tak sekadar menawarkan pemandangan. Tapi hidup, bergerak, dan berdenyut mengikuti ritme mesin motocross yang meraung di sirkuit, serta derasnya arus Sungai Batang Batahan yang menantang nyali para pengarung jeram.
Di sinilah konsep sport tourism menemukan bentuk paling nyata: wisata yang bukan hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.
Di tengah geliat persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026, Peridon Siap Maju dipastikan menjadi salah satu venue utama.
Dua cabang olahraga yang akan dipertandingkan, grasstrack dan arung jeram, menjadikan kawasan ini sebagai magnet baru bagi atlet, ofisial, hingga wisatawan.
Ikon kawasan ini, Sirkuit Peridon Siap Maju, berdiri gagah sebagai lintasan permanen yang telah berkali-kali menggelar kejuaraan motocross dan grasstrack tingkat daerah dan nasional.
Di sisi lain, Sungai Batang Batahan mengalir deras, menyuguhkan tantangan arung jeram yang tak hanya memacu adrenalin, tetapi juga menyajikan panorama alam yang masih asri.
Tak berhenti di situ, kawasan ini juga dilengkapi arena dayung, kolam renang dan waterboom yang ramah keluarga, serta area wisata edukasi dengan kolam ikan dan taman yang tertata rapi.
Kombinasi ini menjadikan Peridon bukan sekadar venue olahraga, melainkan destinasi wisata terpadu.
Owner Peridon Siap Maju, Najjar Lubis, di sela sela peninjauan venue arung jeram bersama panitia Porprov dan Pengurus FAJI Sumbar, Jumat, 1 Mei 2026, menyebut bahwa konsep yang dibangun sejak awal memang mengarah pada integrasi wisata dan olahraga.
“Kami ingin menghadirkan tempat yang bukan hanya untuk kompetisi, tapi juga untuk rekreasi. Porprov 2026 menjadi momentum besar untuk menunjukkan bahwa Pasaman Barat punya destinasi sport tourism yang layak dibanggakan,” ujarnya.
Najjar menambahkan, kesiapan fasilitas terus dimatangkan, mulai dari sirkuit hingga akses pendukung lainnya, agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi peserta maupun pengunjung.
Ketua Pengprov FAJI Sumbar, Rio Hardevis, menilai Sungai Batang Batahan memiliki potensi besar untuk cabang arung jeram.
“Karakter sungainya sangat mendukung untuk pertandingan. Arusnya menantang, tapi tetap aman untuk standar kompetisi. Ini bisa menjadi salah satu venue terbaik arung jeram di Sumatera Barat,” kata Rio.
Rio juga optimistis kehadiran Porprov akan memberikan dampak luas, tidak hanya pada prestasi olahraga, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan segala potensi yang dimiliki, Peridon Siap Maju tak sekadar bersiap menjadi tuan rumah Porprov.
Mereka tengah menegaskan diri sebagai simbol baru pariwisata olahraga di Ranah Minang. Tempat di mana mesin, air, dan alam bersatu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
Porprov Sumbar 2026 pun bukan hanya tentang perebutan medali. Di Peridon, akan menjadi cerita tentang bagaimana sebuah daerah menjahit olahraga dan pariwisata menjadi kekuatan baru.
Sebuah panggung di mana Pasaman Barat tampil, bukan sekadar sebagai tuan rumah, tetapi sebagai destinasi. (hendri parjiga)




