BSI Pancadaya Kick Off Pelatihan Digitalisasi dan Creative Skill untuk Pengurus Bank Sampah

Pembina Forsepsi kota Padang, Eko Muhardi berikan sambutannya ketika membuka secara resmi Kick Off Pelatihan Digitalisasi dan Creative Skill untuk Pengurus Bank Sampah di BSI Pancadaya. (foto; dinda)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pembina Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) Kota Padang, Eko Muhardi, meresmikan kegiatan Kick Off Digitalisasi dan Creative Skill yang digelar oleh BSI Pancadaya di Kantor BSI Pancadaya, Rabu (3/6/2026).

Dalam sambutannya, Eko Muhardi mengatakan pelatihan digitalisasi bagi pengurus Bank Sampah Unit (BSU) binaan BSI Pancadaya merupakan langkah yang tepat dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman saat ini.

Menurutnya, pengurus BSU harus mulai naik kelas dalam mengelola bank sampah agar mampu meningkatkan nilai ekonomi serta pendapatan para nasabah.

Direktur BSI Pancadaya, Mina Dewi Sukmawati bersama Pembina Forsepsi kota Padang, Eko Muhardi resmikan pelatihan digitalisasi disaksikan peserta. (foto; dinda)

“Bank sampah harus terus didorong menjadi lebih mandiri. Tidak hanya sekadar menimbang sampah terpilah, tetapi juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir sehingga memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Eko menambahkan, pelatihan daur ulang dan kriya berbahan sampah yang dipadukan dengan pemasaran melalui platform media sosial merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari di era digital.

“Pemanfaatan media sosial untuk memasarkan produk hasil daur ulang menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kemandirian bank sampah serta kesejahteraan nasabahnya,” tambahnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh kepada pengurus maupun nasabah bank sampah di wilayah masing-masing.

Peserta berswafoto seusai pembukaan kegiatan. (foto; dinda)

Sementara itu, Direktur BSI Pancadaya, Mina Dewi Sukmawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh komitmen BSI Pancadaya untuk terus bertransformasi dalam memberdayakan BSU sebagai wadah dan media pembelajaran bagi masyarakat, khususnya para nasabah bank sampah.

Menurutnya, masih banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan platform digital, terutama media sosial seperti Instagram.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dan performa bank sampah di tengah masyarakat pada era global dan digital, mengoptimalkan potensi BSU melalui pemanfaatan platform yang tersedia, serta memperkuat jaringan ekonomi sirkular yang berdampak langsung kepada masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Mina Dewi.

Ia berharap pelatihan yang akan dilaksanakan dalam beberapa kelas tersebut dapat meningkatkan kapasitas pengurus BSU dalam bidang digitalisasi media sosial dan keterampilan kreatif, sehingga bank sampah mampu menjadi pusat informasi sekaligus sumber pembelajaran bagi masyarakat.

Pelatihan yang berlangsung di Kantor BSI Pancadaya ini diikuti oleh peserta dari hampir 82 Bank Sampah Unit (BSU) yang berada di bawah binaan BSI Pancadaya.

Kegiatan tersebut yang akan dimentori Risky Dheandhika Ch ini menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ekonomi digital. (bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *