Oleh : Shintalya Azis*)
Husin menghela napas. Nyaris saja dirinya terjebak oleh bujuk rayu salah satu peserta tender. Beruntung, di detik itu ia segera beristighfar. Hatinya kembali tenang ketika teringat bahwa Allah Maha Melihat setiap perbuatan hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Dalam sujud yang panjang, Husin memohon perlindungan. Ia meminta kekuatan agar mampu menjaga amanah yang telah dipercayakan kepadanya dan menuntaskan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya. Pertarungan yang paling berat dirasakannya adalah di saat ia harus melawan godaan dalam dirinya sendiri.
Ia teringat pesan mentornya yang selalu terngiang di telinga, “Mendapat kepercayaan itu mudah, tetapi menjaganya jauh lebih sulit. Jadilah manusia yang amanah.”
Pandangannya beralih ke arah jam dinding. Pukul 03.38 dini hari. Tersisa sekitar empat setengah jam sebelum ia harus menyerahkan laporan rekomendasi calon rekanan.
Ia sudah memeriksa ulang dengan cermat, memastikan tidak ada satu pun keputusan yang dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, tekanan, ataupun iming-iming keuntungan.
Amanah bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan. Melainkan juga menjaga kejujuran untuk dapat mempertanggungjawabkannya di hadapan manusia dan yang lebih penting, di hadapan Allah SWT.(*)
#33daysintegritychallenge #aksikita #lawankorupsi # biasakanyangbenar #day20 IG: @aclc.kpk
Penulis Gemar Menulis tentang Kehidupan, Budaya, dan Kisah-kisah Kecil yang Menginspirasi.*)






