AGAM, FOKUSSUMBAR.COM – Sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Agam menggelar rapat khusus bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kejaksaan Negeri Agam, para wali nagari se-Kecamatan Sungai Pua, serta sejumlah unsur terkait di Kantor Camat Sungai Pua, Rabu (15/7/2026).
Rapat dipimpin langsung Bupati Agam, Benni Warlis sebagai tindak lanjut hasil pembahasan sebelumnya di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat mengenai alternatif trase baru jalan tol.
Benni Warlis menjelaskan, pemerintah mengusulkan jalur baru yang membentang dari pasar Amor menuju Simpang Taluak hingga terhubung ke Jalan Bypass Bukittinggi dengan panjang sekitar enam kilometer.
“Ini merupakan tindak lanjut rapat di Kejati Sumbar. Kita menyampaikan rencana pemindahan trase yang lebih pendek, dari pasar Amor ke Simpang Taluak menuju Bypass. Panjangnya sekitar enam kilometer,” ujarnya.
Menurut Bupati Agam, rapat bersama camat dan para wali nagari digelar untuk menyamakan persepsi sebelum rencana tersebut disampaikan kepada niniak mamak dan masyarakat melalui tahapan sosialisasi.
Ia menegaskan, alternatif trase baru dipilih karena dinilai memiliki dampak sosial yang lebih kecil dibandingkan rencana sebelumnya.
Selain tetap memenuhi konsep ruas tol Sicincin–Bukittinggi yang masuk ke wilayah Kota Bukittinggi, jalur tersebut juga memanfaatkan koridor Jalan Bypass yang telah direncanakan sebelumnya.
“Kalau dibandingkan trase sebelumnya, risiko di jalur ini relatif lebih rendah. Dulu ada sekitar 80 rumah, masjid serta bangunan lain dan lahan yang terdampak. Sekarang kita mencoba mencari alternatif yang dampaknya lebih kecil, meski tetap ada lahan yang terdampak,” katanya.
Bupati menjelaskan, proses pembangunan saat ini masih berada pada tahap persiapan penyusunan dokumen perencanaan. Tahapan berikutnya adalah sosialisasi dan konsultasi publik yang akan menjadi dasar diterima atau tidaknya usulan trase oleh masyarakat.
“Kalau dalam konsultasi publik masyarakat menolak, tentu akan kembali dibahas lagi. Karena itu sekarang kita libatkan pemerintah provinsi sejak awal agar proses persiapan berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Bupati Agam berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan dapat memperlancar tahapan persiapan hingga penetapan lokasi dapat segera dilakukan.
“Harapan kita, dengan sosialisasi yang dilakukan sejak sekarang kepada wali nagari, niniak mamak dan masyarakat, seluruh proses bisa berjalan lebih cepat sehingga pembangunan tol yang akan membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat segera terealisasi,” tutupnya. (rls)
