Inovasi Produk Daur Ulang BINO Politeknik ATI Padang Raih Juara 2 Lomba Sampah Jadi Rupiah Tingkat Nasional

Lilin aromaterapi "bino." hasil olahan limbah minyak jelantah produksi BINO. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Kabar membanggakan kembali datang dari Bank Sampah Insan Oke (BINO) Politeknik ATI Padang.

Unit pengelolaan sampah kampus yang telah berdiri sejak 21 Februari 2020 ini berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Sampah Menjadi Rupiah yang diselenggarakan oleh Universitas Perintis Indonesia pada Senin, 3 Agustus 2026.

Prestasi terbaru ini menambah panjang daftar penghargaan yang telah diraih BINO, sekaligus membuktikan bahwa inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang mereka kembangkan semakin diakui, baik di tingkat kampus, kota, maupun nasional.

Sebelumnya, BINO telah lebih dulu mencatatkan sejumlah prestasi gemilang, di antaranya Juara 3 Lomba Karya Inovasi Teknologi Sumatera Barat Innovation Award tahun 2023, Juara 1 Daur Ulang Nasional pada Green Rangers Event Universitas Andalas tahun 2025, serta Juara 2 Lomba Literasi Antar Bank Sampah se-Kota Padang.

Pik Soap, sabun padat berbahan dasar ecoenzyme produksi BINO. (foto; ist)

Rangkaian pencapaian ini menegaskan posisi BINO sebagai salah satu pelopor pengelolaan sampah berbasis kampus yang inovatif di Sumatera Barat.

Deretan Produk Unggulan Hasil Daur Ulang BINO

Kunci keberhasilan BINO tidak lepas dari kemampuannya mengubah sampah organik maupun anorganik menjadi produk-produk kreatif yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Setidaknya terdapat enam produk unggulan hasil inovasi BINO yang telah diproduksi dan dipasarkan hingga saat ini.

BACA JUGA :  Kreativitas Pelajar Semarakkan Gerak Jalan Santai HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Solok Selatan
  1. Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Lilin aromaterapi “bino.” hasil olahan limbah minyak jelantah produksi BINO. Produk ini merupakan hasil inovasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai guna.

Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, lilin ini juga menghadirkan keharuman alami sehingga menjadi produk yang diminati sebagai suvenir maupun kebutuhan rumah tangga. Inovasi ini bahkan sempat menarik perhatian Staf Khusus Menteri Perindustrian RI, Febri Hendri Antoni Arief, saat berkunjung langsung ke BINO pada 20 Maret 2023.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung alat penjernih minyak jelantah yang mengubah limbah tersebut menjadi bahan baku bernilai tambah, sekaligus proses pemanfaatannya menjadi lilin aromaterapi ramah lingkungan.

  1. Kursi dari Sampah Plastik
Kursi kreatif dan fungsional berbahan dasar sampah plastik daur ulang BINO. (foto; ist)

Kursi kreatif dan fungsional berbahan dasar sampah plastik daur ulang BINO.

Limbah plastik yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai, di tangan pengurus BINO diolah menjadi kursi kreatif dan fungsional yang dapat digunakan sebagai fasilitas duduk di area publik maupun lingkungan kampus.

BACA JUGA :  Hanya 30 Persen Generasi Muda Fasih Bertutur Minang
  1. Sabun Cuci Piring Ecoenzyme

Sabun cuci piring berbahan ecoenzyme hasil olahan limbah organik produksi BINO.

Produk ini merupakan hasil inovasi pengolahan ecoenzyme berbahan limbah organik menjadi sabun cuci piring bernilai guna. Sabun ini aman digunakan dan mendukung gaya hidup ramah lingkungan bagi civitas akademika maupun masyarakat umum.

  1. Pik Soap

Pik Soap, sabun padat berbahan dasar ecoenzyme produksi BINO.

Produk ini merupakan hasil inovasi ecoenzyme yang diolah menjadi sabun padat berkualitas. Pik Soap mendukung kebersihan sekaligus gaya hidup ramah lingkungan bagi para penggunanya.

  1. Lerazyme

Lerazyme, deterjen cair ramah lingkungan berbahan eco-enzyme dan ekstrak lerak produksi BINO.

Lerazyme hadir sebagai detergen cair ramah lingkungan berbahan alami yang memadukan kekuatan eco-enzyme dan ekstrak lerak. Produk ini efektif membersihkan pakaian sekaligus aman bagi keluarga dan lingkungan.

Lerazyme, deterjen cair ramah lingkungan berbahan eco-enzyme dan ekstrak lerak produksi BINO. (foto: ist)

Prestasi Terbaru adalah sukses meraih gelar juara 2 Lomba Sampah Menjadi Rupiah Universitas Perintis Indonesia.

Direktur BINO, Faldi Lulrahman, S.T., M.T., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pengurus BINO dalam terus mengembangkan inovasi pengelolaan sampah organik maupun anorganik menjadi produk yang bernilai ekonomis.

BACA JUGA :  Jaga Stabilitas Layanan Telekomunikasi, PLN Icon Plus Lakukan Pemeliharaan Jaringan Fiber Optik di Tanjung Sani

“Melalui berbagai inovasi dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, BINO berkomitmen menghadirkan edukasi dan solusi pengelolaan sampah yang mudah diterapkan, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang lebih peduli lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah,” ujar Faldi Lulrahman.

Prestasi Juara 2 Lomba Sampah Menjadi Rupiah tingkat nasional ini menjadi bukti nyata bahwa semangat ‘Mengubah Sampah Menjadi Berkah’ yang diusung BINO bukan sekadar slogan, melainkan telah terwujud dalam berbagai inovasi produk dan pengakuan dari berbagai kalangan, mulai dari perguruan tinggi hingga Kementerian Perindustrian RI.

Komitmen Menuju Kampus Zero Waste

Dengan capaian jumlah nasabah sebanyak 127 orang, lima produk inovasi, serta ratusan kilogram sampah yang berhasil dikelola sejak tahun 2020, BINO terus berupaya mewujudkan Politeknik ATI Padang sebagai kampus dengan predikat Zero Waste.

Ke depan, BINO berfokus pada pengembangan inovasi, penelitian, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ekonomi sirkular yang lebih luas, guna memberikan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar kampus. (*/bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *