Bukan Sekadar Bertukar Cerita, Forum Mahasiswa UNP–Malaysia Dorong Kolaborasi Lintas Negara

Indonesia–Malaysia International Student Representative Forum 2026, gelar pertemuan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang (BPM FPP KM UNP), dengan Jawatankuasa Perwakilan Pelajar Politeknik Muadzam Shah, Malaysia. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Hubungan antarmahasiswa Indonesia dan Malaysia terus mendapat ruang untuk berkembang melalui pertukaran gagasan dan pengalaman organisasi. Salah satunya diwujudkan melalui Indonesia–Malaysia International Student Representative Forum 2026, yang mempertemukan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang (BPM FPP KM UNP), Indonesia, dengan Jawatankuasa Perwakilan Pelajar Politeknik Muadzam Shah, Malaysia.

Forum yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (26/8/2026), menjadi ruang bagi kedua lembaga untuk melihat lebih jauh bagaimana organisasi mahasiswa menjalankan fungsi representasi di lingkungan perguruan tinggi masing-masing.

Pertemuan tidak hanya diisi dengan pengenalan kelembagaan, tetapi juga berkembang menjadi diskusi mengenai struktur organisasi, pembagian tugas, mekanisme kerja, program mahasiswa, serta pola penyampaian aspirasi kepada pihak institusi.

Kegiatan diawali dengan sambutan Di-Pertua Jawatankuasa Perwakilan Pelajar Politeknik Muadzam Shah, Noor Auni Binti Muhammad Noor, dan Ketua Umum BPM FPP KM UNP, Faaiz Naufal Syahputra. Setelah itu, masing-masing lembaga memperkenalkan karakteristik organisasi dan peran yang dijalankan dalam mendukung kehidupan kemahasiswaan.

Bagi BPM FPP KM UNP, pertemuan lintas negara tersebut memberikan kesempatan untuk memperoleh sudut pandang baru mengenai pengelolaan organisasi mahasiswa. Perbedaan sistem yang diterapkan di Indonesia dan Malaysia menjadi bahan pembelajaran yang dapat memperkaya pengalaman para pengurus.

BACA JUGA :  Padang, Rumah Bersama Berbagai Etnis

Ketua Umum BPM FPP KM UNP, Faaiz Naufal Syahputra, mengatakan forum tersebut memiliki arti penting karena mempertemukan dua organisasi dengan latar sistem yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang relatif sama dalam mewakili kepentingan mahasiswa.

“Kami mendapatkan banyak perspektif baru dari forum ini. Setiap lembaga memiliki cara kerja dan sistem yang berbeda, tetapi pada dasarnya kami memiliki semangat yang sama untuk menjalankan fungsi representasi dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Faaiz.

Menurut Faaiz, pertukaran pengalaman antarlembaga dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus membuka kemungkinan penerapan gagasan baru dalam pengembangan organisasi.

“Perbedaan yang kami temukan justru menjadi sesuatu yang menarik untuk dipelajari. Kami bisa melihat praktik yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa di Malaysia, begitu juga sebaliknya. Harapannya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran yang bisa kami kembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi masing-masing,” katanya.

Diskusi kemudian berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab. Pengurus BPM FPP KM UNP dan JPP Politeknik Muadzam Shah saling mengajukan pertanyaan mengenai pelaksanaan program kerja, pengelolaan organisasi, pola koordinasi, hingga tantangan dalam menjalankan peran sebagai lembaga representasi mahasiswa.

Kesamaan fungsi tersebut menjadi salah satu titik temu dalam forum. Meski berada dalam lingkungan pendidikan tinggi dan sistem organisasi yang berbeda, kedua lembaga sama-sama memiliki tanggung jawab untuk membawa aspirasi mahasiswa sekaligus mendukung terciptanya kehidupan kemahasiswaan yang aktif.

Pertemuan tersebut juga membuka ruang untuk membangun hubungan yang lebih luas di luar agenda berbagi pengalaman. Komunikasi yang terjalin diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama dalam kegiatan mahasiswa, pengembangan kepemimpinan, peningkatan kapasitas organisasi, hingga berbagai bentuk kolaborasi lintas negara.

Faaiz berharap hubungan yang telah dibangun melalui forum tersebut dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.

“Kami berharap komunikasi yang sudah terbangun tidak berhenti setelah forum ini selesai. Ke depan, kami ingin ada ruang untuk melanjutkan hubungan ini melalui berbagai kegiatan atau kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa di kedua institusi,” tuturnya.

Rangkaian Indonesia–Malaysia International Student Representative Forum 2026 ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan foto bersama. Kedua lembaga juga berkomitmen menjaga komunikasi sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring organisasi mahasiswa di tingkat internasional.

Forum tersebut menunjukkan bahwa pertukaran pengalaman dapat menjadi langkah awal untuk mempertemukan gagasan, memperluas wawasan kepemimpinan, sekaligus membangun hubungan antarmahasiswa Indonesia dan Malaysia.

Ke depan, komunikasi yang telah terjalin diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran informasi, tetapi juga berkembang menjadi kolaborasi nyata yang mampu memberikan pengalaman baru dan manfaat bagi mahasiswa kedua institusi. (faiz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *