Satukan Dua TPA dalam Satu Kebaikan, KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang Gelar Didikan Subuh di Masjid Raya Pucung Anam

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 52 UIN Imam Bonjol Padang Nagari Tandikek Selatan kembali menghadirkan kegiatan keagamaan bersama masyarakat melalui santri Didikan Subuh yang dilaksanakan di Masjid Raya Pucung Anam. (foto; ist)

PADANG PARIAMAN, FOKUSSUMBAR.COM – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 52 UIN Imam Bonjol Padang Nagari Tandikek Selatan kembali menghadirkan kegiatan keagamaan bersama masyarakat melalui Didikan Subuh yang dilaksanakan di Masjid Raya Pucung Anam, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena mempertemukan dua Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), yakni TPA Air Mondak dan TPA Masjid Raya Pucung Anam, dalam satu rangkaian kegiatan. Didikan Subuh tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan menampilkan kemampuan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara para santri, pengajar TPA, mahasiswa KKN, serta masyarakat setempat.

Sejak pelaksanaan KKN 52 di Nagari Tandikek Selatan, mahasiswa turut berkontribusi dalam kegiatan pendidikan keagamaan dengan mendampingi proses belajar mengajar di masing-masing TPA. Karena masa pengabdian mahasiswa KKN akan segera berakhir, kegiatan Didikan Subuh ini sekaligus menjadi kegiatan terakhir KKN 52 dalam mendampingi dan mengajar secara langsung di TPA.

Koordinator acara, Galih Ismail, menyampaikan bahwa penggabungan dua TPA dalam kegiatan Didikan Subuh menjadi salah satu upaya untuk menciptakan suasana belajar agama yang lebih menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarsantri.

BACA JUGA :  Padang, Rumah Bersama Berbagai Etnis

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar acara penutup. Kami ingin meninggalkan sebuah kenangan dan pengalaman yang baik bagi anak-anak. Selama KKN, kami sudah berproses bersama mereka di TPA masing-masing. Hari ini kami mencoba mempertemukan mereka dalam satu kegiatan agar bisa saling mengenal, belajar bersama, dan berani tampil di depan umum,” ujar Galih.

Menurutnya, antusiasme para santri menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan tersebut terasa berkesan. Berbagai penampilan dan materi keagamaan disajikan oleh para santri dari kedua TPA, sehingga suasana Masjid Raya Pucung Anam dipenuhi semangat anak-anak untuk belajar dan menunjukkan kemampuan mereka.

Sementara itu, Ketua KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang, Putra Rahmadani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri bagi seluruh anggota kelompok KKN. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang membangun hubungan dan meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan setelah mahasiswa kembali ke kampus.

BACA JUGA :  Bukan Sekedar Mengabdi, Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Video Profil, Majalah, dan Peta Wilayah Nagari Koto Ranah

“Bagi kami, hari ini bukan sekadar hari terakhir mengajar di TPA. Ini adalah bagian dari perjalanan yang sangat berkesan selama kami mengabdi di Tandikek Selatan. Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi selama berada di sini kami banyak belajar dari masyarakat dan anak-anak. Semoga apa yang sudah kami berikan, sekecil apa pun, bisa menjadi kenangan dan manfaat yang terus mereka ingat,” ungkap Putra.

Putra juga berharap kegiatan keagamaan yang telah dibangun bersama selama pelaksanaan KKN dapat terus dilanjutkan oleh para pengajar TPA dan masyarakat. Ia menilai pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan karakter anak merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda di Nagari Tandikek Selatan.

“Anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi penerus nagari. Karena itu, kami berharap semangat belajar Al-Qur’an, keberanian tampil, dan kebersamaan yang hari ini terlihat dapat terus dijaga. Walaupun nanti kami tidak lagi berada di sini untuk mengajar, semoga semangatnya tetap hidup,” tambahnya.

BACA JUGA :  PLN Icon Plus Tingkatkan Kesadaran Keamanan Digital bagi Generasi Muda di SMKN 6 Pekanbaru

Pelaksanaan Didikan Subuh tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya salah satu rangkaian pengabdian KKN 52 dalam bidang pendidikan keagamaan. Kebersamaan dua TPA dalam satu kegiatan menjadi simbol bahwa kolaborasi dan silaturahmi dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan ruang pendidikan yang lebih hidup bagi anak-anak.

Bagi mahasiswa KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang, perpisahan dengan para santri bukanlah akhir dari hubungan yang telah terbangun. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari seberapa lama seseorang berada di tengah masyarakat, tetapi dari seberapa besar manfaat dan kenangan baik yang mampu ditinggalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *