Sembilan Bulan Pasca Bencana, Mimpi Warga Ngalau Gadang Terwujud: Jembatan Permanen Mulai Dibangun

Bupati Hendrajoni resmikan pengerjaan jembatan penghubung Pancung Taba–Ngalau Gadang disaksikan forkopimda, OPD, dan tokoh masyarakat setempat. (foto; ist)

BAYANG UTARA, FOKUSSUMBAR.COM – Sembilan bulan setelah bencana gelodoh berupa longsor dan banjir bandang menerjang kawasan Ngalau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, harapan warga untuk memiliki akses penghubung yang layak akhirnya mulai menemukan titik terang.

Jembatan penghubung Pancung Taba–Ngalau Gadang yang terputus akibat bencana pada 26 November 2025, Jumat (11/9/2026) mulai dibangun kembali secara permanen.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, disaksikan jajaran pemerintah daerah, Forkopimca IV Nagari Bayang Utara, tokoh masyarakat serta pemuda setempat.

Terputusnya akses jembatan selama ini bukan sekadar persoalan infrastruktur. Aktivitas warga ikut terpukul. Mobilitas menuju lahan pertanian dan perkebunan terganggu, sementara akses pendidikan, kesehatan hingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut terdampak.

Kini, penantian panjang itu mulai terjawab

Dalam laporannya di hadapan Bupati Pesisir Selatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pesisir Selatan, Jaferi, mengatakan pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Dinas PUTR Kabupaten Pesisir Selatan sebesar Rp2.153.348.711.

Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 150 hari kalender.

“Jembatan ini memiliki panjang 24 meter dan lebar 6 meter, dengan struktur bangunan baja bergelombang,” ujar Jaferi.

Baca Juga :  PB Porprov Kebut Data Atlet hingga Kesiapan Venue

Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi harus memperhatikan keselamatan pekerja serta kualitas konstruksi.

“Kita berharap pihak rekanan yang melaksanakan kegiatan ini memperhatikan keselamatan pegawai dan mengutamakan kualitas bangunan untuk jangka panjang,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan kembali membuka akses masyarakat yang selama ini terhambat, terutama untuk menunjang aktivitas perkebunan, pertanian, pendidikan, kesehatan dan perekonomian.

Warga: Jembatan Terwujud, Kini Jalan Jadi Harapan Berikutnya

Tokoh masyarakat Ngalau Gadang, Azwir, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Bupati Hendrajoni dan seluruh OPD terkait yang telah memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut.

Ia menilai jembatan permanen sangat penting untuk mengembalikan konektivitas masyarakat Ngalau Gadang dengan wilayah sekitarnya.

“Terima kasih kepada Pemda Pesisir Selatan dan Bupati Hendrajoni yang telah mewujudkan harapan masyarakat,” kata Azwir.

Namun, bagi warga, pembangunan jembatan bukan akhir dari persoalan akses.

Azwir menyampaikan harapan berikutnya agar jalan menuju Ngalau Gadang juga segera dilakukan pengaspalan, sehingga jembatan yang dibangun nantinya benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Harapan itu langsung mendapat respons dari Bupati Hendrajoni.

Baca Juga :  Tahun Kedua, Wako Yota Balad Serahkan Seragam Sekolah Gratis Bagi Siswa SDN di Kota Pariaman

Hendrajoni: Satu Persatu Infrastruktur Akan Kita Bangun

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan pemerintah daerah akan terus berupaya memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.

Menurutnya, keterbatasan fiskal tidak boleh membuat pemerintah berhenti memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana.

Hendrajoni juga merespons permintaan warga terkait pengaspalan jalan menuju Ngalau Gadang dengan meminta Dinas PUTR kembali menganggarkan pekerjaan tersebut.

“Pemda Pesisir Selatan dengan kondisi efisiensi anggaran yang terjadi saat ini akan terus berjuang ke pusat untuk mendapatkan anggaran,” ujar Hendrajoni.

Tidak hanya jembatan, pemerintah juga telah membangun rumah hunian sementara melalui dukungan pemerintah pusat bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor. Ke depan, pemerintah juga akan membangun hunian tetap bagi warga terdampak bencana di kawasan tersebut.

“Satu persatu infrastruktur akan kita perbaiki dan kita bangun. Ini salah satu wujud nyata pemerintah hadir di tengah-tengah warga,” tegasnya.

Hendrajoni berharap pembangunan jembatan permanen tersebut mampu mengakhiri keterisolasian akses yang selama ini dirasakan masyarakat.

Dengan kembali tersambungnya Pancung Taba–Ngalau Gadang, mobilitas warga diharapkan kembali lancar dan roda perekonomian masyarakat dapat bergerak.

Baca Juga :  Karyawan Jadi Kuasa Pajak, Syaratnya Berubah

Namun, Bupati juga mengingatkan agar proses pembangunan dikawal bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

“Kita minta kegiatan ini dikawal bersama-sama. Kepada pihak kontraktor, laksanakan kegiatan sesuai perencanaan dan jangan main-main,” tegas Hendrajoni.

Peletakan Batu Pertama

Usai menyampaikan sambutan, Bupati Hendrajoni bersama jajaran OPD, Camat dan Forkopimca IV Nagari Bayang Utara kemudian melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan.

Turut hadir Asisten II Setdakab Pesisir Selatan Hadi Susilo, Kepala Dinas PUTR Jaferi, sejumlah kepala OPD, Forkopimca IV Nagari Bayang Utara, tokoh masyarakat dan pemuda.

Bagi masyarakat Ngalau Gadang, peletakan batu pertama tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan. Setelah sembilan bulan menunggu sejak bencana 26 November 2025, jembatan permanen yang selama ini menjadi mimpi kini mulai dibangun.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pembangunan selesai tepat waktu, sesuai spesifikasi dan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang kuat serta mampu bertahan dalam jangka panjang. (MoN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *