‎Serial Kurenah Malanca : Piak Lesuik and The Gank


Oleh: Teddy Chaniago*)

CERITA kali ini tak lagi tentang Malanca, Si Anu, Tek Upik atau kembang desa Iroih. Tapi lebih spesifik tentang Piak Lesuik yang belakangan mulai menimbulkan persoalan.

Ibarat kudis, Piak Lesuik sudah maruyak dan sulit diobati kecuali diamputasi agar tak menyebar kemana-mana.

‎Piak Lesuik yang sok tahu, sok pindar dan segala sok lainnya, awalnya adalah anak buah Malanca. Tapi tersebab curiga urusan angka. Mulailah lepas genggaman tangan antara keduanya.

‎Sebenarnya tak ada yang bisa diceritakan tentang Piak Lesuik. Selain posturnya tinggi langsing bak orang-orangan sawah, berkulit  sawo matang, bermuka tirus.

Kelebihan Piak Lesuik adalah gampang terlihat dari kejauhan, dan kalau tertawa terbantu dengan giginya yang rada putih.

Baca Juga :  Hamdanus Tegaskan Jadwal Porprov Mengacu Hasil Rakor Kepala Daerah

‎Tapi sudahlah, meski tak ada yang menarik untuk diceritakan tentang dia, namun Piak Lesuik punya keahlian yang membuat orang percaya dengan apa yang dikatakannya.

‎”Meski kecek dia nyaris tak ada yang benar karena hanya berisi ambisi dan caci maki, namun ada juga yang mendengar. Entah karena terpaksa, entah karena telah disogok martabak ketan,” kata Malanca saat duduk santai di bawah pepohonan mengeluhkan kurenah Piak Lesuik pada Kalapia.

‎Kalapia yang sesungguhnya juga termasuk pihak yang dirugikan Piak Lesuik hanya mendengarkan dengan cermat.

‎Sebab berbicara tentang Piak Lesuik tak akan ada habisnya, apalgi untungnya atau dengan kata lain, hanya buang-buang waktu.

Baca Juga :  Tahun Kedua, Wako Yota Balad Serahkan Seragam Sekolah Gratis Bagi Siswa SDN di Kota Pariaman

‎Namun Kalapia sepakat, perangai Piak Lesuik yang semakin menjadi – jadi bagaimana terpijak jilatang, harus dihentikan.

‎Apakah dengan mencabut tali akinya, atau mengirimnya ke kandang situmbin.

‎Karena lambat laun, apa yang dilakukan perempuan yang jauh dari kata cantik itu bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi, gibah yang dilakukan Piak Lesuik sudah bagaikan program rutin di televisi rusak.

‎Dia tak hanya menceracau seperti orang tenggen, belakangan sosialisasi info bagalau yang hanya berubah fitnah itu telah dilakukan secara berjamaah.

‎”Iyo tu mah ketua, dek takuik main surang. Inyo mulai memanfaatkan jaringannya untuk menjatuhkan orang lain,” Malanca berkata sambil melihat Kalapia lekat-lekat.

‎Ya, publik di negeri ulat kini, harus mendengar info ulek dari Piak Lesuik and The Gank.

Baca Juga :  Jejak Pengabdian Panjang, Afrizal SM Siap Bertarung di Pilwana Lunang Tengah

‎”Character assassination yang dilakukan Piak Lesuik and The Gank harus dihentikan dari pada mulutnya terus menebar virus kebencian dan fitnah,” Ketua Kalapia akhirnya mengambil kata putus. []

Penulis telah malang melintang di dunia jurnalistik tanah air, pernah mengabdi di Tempo, Jawa Post dan Monitor Depok, menulis biografi sejumlah tokoh dan penulis serial Sutan Batawi*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *