PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Datuak Sati, mengharapkan agar proses pemilihan Ketua LKAAM Kota Padang yang baru mutlak diselesaikan melalui jalan musyawarah dan mufakat.
Langkah ini dinilai sebagai perwujudan tertinggi dari esensi adat Minangkabau, yakni “bulek aia dek pembuluah, bulek kato dek mufakat” (bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat).
Hal tersebut ditegaskan oleh Fauzi Bahar pada Selasa, 15 September 2026, menanggapi dinamika organisasi dan pentingnya penyegaran kepengurusan demi kepastian legalitas LKAAM di tingkat ibu kota provinsi.
Menurutnya, sebagai lembaga adat, LKAAM harus memberikan contoh konkret kepada masyarakat bagaimana sebuah keputusan krusial diambil tanpa menyisakan riak atau perpecahan.
“LKAAM Kota Padang adalah barometer penting bagi kepengurusan daerah lainnya di Sumatera Barat. Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan agar pemilihan ketua yang baru nanti mengutamakan musyawarah mufakat, duduk bersama secara proporsional antara niniak mamak dan seluruh elemen terkait,” ujar Fauzi Bahar.
Mantan Wali Kota Padang dua periode ini juga menambahkan bahwa pendekatan musyawarah mufakat akan melahirkan kepemimpinan yang legitimate, berakar kuat, serta didukung penuh oleh seluruh pemangku adat di Kota Padang. Hal ini dinilai krusial mengingat tantangan LKAAM ke depan semakin kompleks dalam membentengi generasi muda serta menyelaraskan hukum adat di tengah kemajuan zaman.
“Kita ingin menghindari mekanisme pemungutan suara (voting) jika masih bisa dimusyawarahkan. Semangat kekeluargaan dan saling menghormati antar niniak mamak harus berada di atas segalanya,” imbuh Datuak Sati.
Dengan kepemimpinan yang terpilih secara mufakat, diharapkan dualisme atau ketidakpastian hukum organisasi yang sempat terjadi sebelumnya dapat tuntas sepenuhnya. Pengurus LKAAM Sumatera Barat pun mengimbau tim penilai, panitia, serta perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kota Padang untuk segera merapatkan barisan guna mempersiapkan forum musyawarah tersebut dengan matang. (Ade)
