Tim UNP Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Digital di Malalak Timur

Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (PkM LPPM UNP) yang diketuai Dr. Nofi Yendri Sudiar, M.Si. bersama tim melaksanakan kegiatan Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) di Malalak Timur. (foto; ist)

AGAM, FOKUSSUMBAR.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (PkM LPPM UNP) melaksanakan kegiatan Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) bertajuk “Digitalisasi Mitigasi Bencana dan Tata Kelola Informasi Nagari: Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi di Nagari Malalak Timur terhadap Ancaman Hidrometeorologi” di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang dipimpin Dr. Nofi Yendri Sudiar, M.Si. itu diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi melalui pemanfaatan teknologi digital, informasi geospasial, dan peningkatan literasi kebencanaan. Program tersebut menjadi jawaban atas tingginya kerawanan longsor, galodo, banjir bandang, dan hujan ekstrem di kawasan Malalak.

Dengan diikuti oleh perangkat Nagari Malalak Timur, Penggerak Peduli Bencana Nagari Malalak Timur, perwakilan PKK, pemuda, Paga Nagari, Kerapatan Adat Nagari, Badan Musyawarah Nagari, serta unsur ninik mamak dan cadiak pandai, PkM berlangsung hangat dan konstruktif.

Baca Juga :  Kolaborasi Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Ketahanan Bencana Nagari Malalak
Tim PkM LPPM UNP berswafoto bersama perangkat nagari dan tokoh masyarakat Malalak Timur dalam kegiatan Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB). (foto; ist)

Keterlibatan beragam unsur masyarakat tersebut memperlihatkan kuatnya semangat kolaborasi dalam membangun nagari yang lebih tangguh terhadap bencana.

Tim PkM UNP memperkenalkan inovasi Malalak Water Monitoring and Early Warning System (MAWES) sebagai bagian dari penguatan sistem mitigasi bencana. Teknologi ini mengintegrasikan sensor berbasis Internet of Things, sistem informasi geografis, basis data spasial, dan platform digital untuk memantau perubahan tinggi muka air serta menyampaikan informasi peringatan secara lebih cepat kepada masyarakat.

Melalui sistem itu, data tinggi muka air dikirim secara berkala dan ditampilkan melalui laman pemantauan dalam bentuk informasi yang mudah dibaca. Masyarakat dapat mengenali status normal, waspada, siaga bencana, dan awas sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengambil tindakan penyelamatan.

Baca Juga :  KOPI Pessel Perdana: PWI dan Disbudpora Bongkar Potensi Pariwisata Dongkrak PAD dan Ekonomi Masyarakat

Materi kegiatan disampaikan oleh Iip Permana, S.T., M.T., bersama Rengga Permana Putra, S.Si. Keduanya menjelaskan cara kerja teknologi pemantauan, tanda-tanda alam yang perlu diwaspadai, alur penyebaran peringatan, serta pentingnya menyiapkan jalur evakuasi dan rencana keselamatan keluarga. Peserta juga diingatkan bahwa teknologi tidak menggantikan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi alam.

Selain memperkenalkan teknologi, program ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan, menyediakan informasi risiko yang mudah diakses, dan membangun mekanisme komunikasi yang efektif antara pemerintah nagari, kelompok siaga, dan masyarakat. Inovasi tersebut sekaligus menjadi bentuk hilirisasi hasil penelitian tim UNP dalam bidang kebencanaan, geofisika, pemetaan, sistem informasi geospasial, dan komunikasi publik.

Tim pelaksana terdiri atas Dr. Nofi Yendri Sudiar, M.Si. sebagai ketua; Dr. Mohammad Isa Gautama, S.Pd., M.Si., Dedy Fitriawan, S.Pd., M.Si.; Prof. Dr. Drs. Akmam, M.Si.; dan Iip Permana, S.T., M.T. sebagai anggota. Ada pun dua mahasiswa, yakni Muhammad Rendi dan Faradini Syafitri, turut dilibatkan, sedangkan mitra kegiatan adalah Abdul Hanif, S.Ag., selaku Wali Nagari Malalak Timur yang mengaku sangat mengapresiasi dan berterimakasih serta berharap PkM serupa dapat dilaksanakan kontinu di Malak Timur.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Proyeksikan Pendapatan Daerah Tahun 2027 Capai 789,21 Miliar

PkM berlangsung sukses dan ditutup dengan diskusi, dialog, serta tanya jawab antara tim pengabdi dan peserta. Forum itu menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus penghimpunan masukan masyarakat untuk menyempurnakan pemanfaatan sistem mitigasi secara partisipatif dan berkelanjutan. [MIG]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *