Kakan Kemenag Pasaman Barat Buka Pesparani di Mahakarya

Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat diwakili Kasubag Tata Usaha, Suharjo, Jumat malam, buka Pesparani tingkat kabupaten di Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo. (foto; ist)

PASAMAN BARAT, FOKUSSUMBAR.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, diwakili Kasubbag Tata Usaha, Suharjo, dihadiri Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Hendrikus Joni, Jumat (18/9/2026), membuka Pesparani 3 tingkat kabupaten di Gereja Kalam Kudus Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat.

Selain Kepala Kantor, diwakili Kasubbag Tata Usaha, Suharjo, dan Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Hendrikus Joni, pembukaan Pesparani tingkat kabupaten ini, juga dihadiri Pastor Stanislaus, Toto Puji Wahyu Listianto, Ketua LP3KD (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Katolik Daerah) Sumatera Barat, Soehinto Sodikun, dan panitia penyelenggara.

Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) selama dua hari, diikuti 400 peserta dan berasal dari sejumlah Paroki se Pasaman Barat, mulai dari Nagari Kinali, Ophir, Mahakarya, dan sebagainya.

Baca Juga :  Rabiuts Tsani, Menata Perjalanan Hidup Menuju Kebaikan Dunia dan Akhirat

Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Suharjo, katakan, setiap diadakan lomba atau pertandingan, seperti Pesparani selama dua hari ini, tentu ada istilah kalah dan menang.

Kementerian Agama, sebagai instansi pemerintah yang selalu setia, peduli dan mengayomi setiap agama, seperti di Pasaman Barat, tentu mendukung sekaligus mengapresiasi setiap program atau kegiatan yang dilaksanakan.

Untuk itu, mari secara bersama dukung, sukseskan dan berikan yang terbaik, semoga Pesparani 3 tingkat Pasaman Barat berjalan lancar, sukses sekaligus melahirkan juara terbaik, yang selanjutnya mewakili kabupaten ke tingkat provintsi hingga nasional.

Ketua LP3KD Sumatera Barat, Soehinto Sodikun, katakan, Pesparani bukan bukan sekedar lomba paduan suara lagu gerejani.

Baca Juga :  Wali Kota Solok Bersama Andre Rosiade Tinjau Rencana Lanjutan Pembangunan Jalan Lingkar Utara

Namun punya makna mendalam, yakni meningkatkan pembinaan iman bagi umat Katolik serta meningkatkan toleransi antar dan inter umat beragama, sesuai tema : Mewujudkan Persaudaraan Sehati Menuju Lembata Sejahtera”. (gmz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *