PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Lebih dari 150 peserta dari berbagai paguyuban etnis dan kelompok masyarakat di Kota Padang mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI, H. Muslim Muhammad Yatim, L.C., M.M., bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan berlangsung di Aula HNI Cabang Padang, Jalan Pinang Sori, Ulak Karang, Kota Padang. Peserta datang dari berbagai latar belakang etnis, menjadi bagian dari forum yang mengangkat pentingnya menjaga persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Senator Muslim M. Yatim menekankan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar MPR RI sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, keberagaman yang terdapat di tengah masyarakat bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan kekayaan bangsa yang perlu dirawat melalui silaturahmi, komunikasi dan semangat kebersamaan.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 150 peserta berasal dari berbagai paguyuban etnis yang selama ini hidup berdampingan di Kota Padang.
Peserta antara lain berasal dari paguyuban masyarakat Aceh, Batak, Melayu Riau, Melayu Kepulauan, Bengkulu, Minangkabau, Mandailing Natal, Sunda, Jawa, Madura, Bali, Palembang, Flores, Nias, Mentawai, India hingga Tionghoa.
Keberadaan berbagai kelompok tersebut menjadi gambaran kemajemukan masyarakat Kota Padang yang hidup dalam satu ruang kebangsaan dan berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
FPK Sumbar Dorong Pembauran Kebangsaan
Ketua FPK Provinsi Sumatera Barat, Ir. H. Maman Sudarman, M.M., mengatakan FPK Sumatera Barat telah berusia 16 tahun. Selama perjalanan tersebut, FPK terus berupaya menjalankan berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat pembauran kebangsaan di tengah masyarakat.
Namun, kata Maman, pelaksanaan berbagai kegiatan FPK masih menghadapi sejumlah keterbatasan, termasuk dukungan anggaran.
“FPK Sumatera Barat sudah berusia 16 tahun. Di tengah berbagai keterbatasan, kami tetap berupaya melaksanakan kegiatan yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat untuk memperkuat pembauran kebangsaan,” ujar Maman.
Ia menjelaskan, keberadaan FPK merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan di Daerah.
Selain itu, keberadaan FPK Sumatera Barat juga mengacu pada Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 22 Tahun 2008.
Menurut Maman, FPK menjadi salah satu wadah yang mendorong terciptanya pembauran kebangsaan di daerah. Forum tersebut terdapat pada tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan serta desa, nagari dan kelurahan sesuai dengan kondisi pemerintahan daerah masing-masing.
Otong Rosadi Paparkan Sejarah Bangsa dan Empat Pilar
Sementara itu, narasumber kegiatan, Dr. Otong Rosadi, S.H., M.Hum., memaparkan materi mengenai sejarah perkembangan bangsa dan negara Indonesia.
Ia menjelaskan, kehidupan manusia pada awalnya berkembang dari individu yang kemudian membentuk kelompok, kaum dan suku. Dalam proses perkembangan selanjutnya, kelompok-kelompok tersebut membentuk suatu bangsa.
“Bangsa kemudian mendeklarasikan dirinya melalui konstitusi, membentuk pemerintahan dan menjadi negara,” jelas Otong.
Menurutnya, Indonesia lahir dalam realitas masyarakat yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya serta identitas sosial. Kondisi tersebut membutuhkan landasan bersama agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi Empat Pilar MPR RI yang terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Pancasila merupakan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai konsepsi negara yang dipertahankan bersama, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman.
“Perbedaan suku, agama dan budaya bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman itu harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan Indonesia,” kata Otong.
Kegiatan Interaktif, Peserta Ikuti Kuis
Sosialisasi berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam sesi diskusi mengenai kehidupan kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Senator Muslim M. Yatim juga memberikan kuis kepada peserta untuk menguji pemahaman mereka mengenai materi Empat Pilar MPR RI.
Kegiatan dipandu Dr. Edo Andeson dan dihadiri sejumlah alim ulama, cendekiawan, tokoh adat, guru besar, tokoh masyarakat serta pengurus dan anggota berbagai paguyuban etnis di Kota Padang.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi lintas etnis. Beragam kelompok masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa kemajemukan dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, saling mengenal dan memperkuat kebersamaan.
Sosialisasi kemudian ditutup dengan foto bersama Senator Muslim M. Yatim, narasumber, Ketua FPK Sumatera Barat, moderator serta seluruh peserta.
Melalui kegiatan tersebut, pesan utama yang mengemuka adalah pentingnya menjaga keberagaman sebagai bagian dari kekuatan bangsa serta memperkuat semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (MoN)
