Oleh : Nurul Jannah*) “Bumi tidak marah hari ini. Ia hanya sedang terlalu lama menahan.” Pagi itu, hujan turun di…
Sastra
“Gorengan Ema Rukayah”
Cerpen : Nurul Jannah*) “Yang membuat Ema Rukayah tetap merasa hidup bukan lagi dirinya sendiri, melainkan cucu lelakinya yang masih…
“Benih Harapan”
Oleh: Nurul Jannah*) “Kemandirian pangan bukan soal menjadi kaya. Tetapi tentang memastikan dapur tetap hidup, ketika keadaan sedang tidak baik-baik…
“Rindu Terakhir Bahrun”
Cerpen : Nurul Jannah*) “Ada hati yang tidak rusak, hanya terlalu lama dibiarkan sendiri, hingga akhirnya lelah berharap untuk dipeluk.”…
“Cabai Belakang Rumah”
Oleh : Nurul Jannah*) “Kadang ketahanan pangan tidak dimulai dari sawah yang luas. Ia lahir dari satu pot kecil di…
“Sampah Dapur”
Oleh: Nurul Jannah*) “Ternyata masalah sampah tidak selalu dimulai dari gunungan besar di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kadang ia lahir…
“Peluk Pertama”
Cerpen : Nurul Jannah*) “Di antara nyeri yang nyaris mematahkan, lahir cinta, yang tidak selalu datang dengan mudah, dan tidak…
“Tidak Apa-Apa”
Oleh: Nurul Jannah*) “Kalimat yang paling sering diucapkan, justru kadang lahir dari hati yang paling lelah.” “Tidak apa-apa.” Dua kata…
“Tetap Bertahan”
Oleh: Nurul Jannah*) “Ada hari ketika hidup terasa sangat berat. Namun justru di hari-hari itulah, hati sedang diajarkan kembali pulang…
“Rumah yang Retak”
Oleh: Nurul Jannah*) “Yang runtuh bukan dindingnya, tetapi rasa aman yang pernah kita titipkan tanpa ragu.” Pagi itu berlalu seperti…
“Jalan Pulang”
Cerpen : Nurul Jannah*) Ia tidak pernah tersesat. Ia hanya terlalu lama merasa tidak perlu pulang. Ridwan Lubis tahu persis…
“Cahaya Kecil Kami”
Oleh : Nurul Jannah*) “Di tangan mungilnya, kami belajar, bahwa harapan selalu menemukan jalan pulang.” Rhealine…namamu kami panggilseperti memanggil cahayayang…
“Tiga Puluh Tahun”
Oleh : Nurul Jannah*) “Ada perjalanan yang tidak pernah tercatat dalam angka, namun hidup di setiap lelah yang dipilih untuk…
“Tidak Pernah Cukup”
Cerpen : Nurul Jannah*) “Tidak semua luka lahir dari kebencian. Ada yang tumbuh diam-diam… dari cinta yang tidak pernah menemukan…
“Yang Tidak Lagi Diam”
Oleh : Nurul Jannah*) “Di antara derap langkah yang memenuhi jalan, ada suara yang tak lagi mau dipinggirkan, suara yang…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
