PASAMAN BARAT, FOKUSSUMBAR.COM – Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Pasaman Barat, mulai Selasa (21/7/2026) mengikuti workshop implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di madrasah tersebut.
Workshop yang digelar hingga hari Kamis (23/7/2026) depan, dibuka Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Mustafa, melalui aplikasi zoom metting, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Thomas Febria, diikuti guru MAN 5 pendidik madrasah swasta dan mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Imam Bonjol Padang, yang sedang PKL (Praktik Kerja Lapangan) di MAN 5.
Kepala MAN 5, Yelliza Gusti, laporkan, saat ini siswa baru 138 orang, rencana 105 . Terkait keterbatasan sarana dan fasilitas yang ada. Tantangan yang dihadapi MAN 5 Pasaman Barat saat ini, kekurangan RKB (Ruang Kelas Belajar). Saat ini , ruang labor dan sarana, termasuk musholla dijadikan ruang belajar.
Selain itu, jelas Yelliza Gusti, hingga saat ini, fasilitas digital, sebagai sarana atau fasilitas pembebasan bagi siswa masih terbatas. Saat ini, 80 persen tenaga pendidik di lingkungan MAN 5 telah bergelar magister, dan ada yang sedang mengikuti kuliah program doktor.
Selama workshop berlangsung, tampil sebagai pemateri, Basyori, Assesor juga dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Busyro, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Thomas Febria.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Mustafa, sampaikan, menghadapi proses pembelajaran di tahun ajaran baru, 2026-2027, dibutuhkan penyamaan visi dan persepsi di kalangan pendidik.
Agar komitmen dimaksud terpenuhi, ingat Mustafa, maka workshop, seperti diikuti guru dan tenaga kependidikan di MAN 5 Pasaman Barat saat ini sangat tepat dilaksanakan. Untuk itu, ikuti kegiatan ini dengan maksimal, jalin diskusi dan bertanya kepada narasumber, jika dibutuhkan.
Di tengah perubahan zaman dan kemajuan dunia digital saat ini. Sudah saatnya guru bersama tenaga kependidikan, seperti di MAN 5 Pasaman Barat untuk maju dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.
Tidak masanya lagi, ingat Mustafa, guru atau pendidik, melakukan pola lama, dalam hal melakukan program pembelajaran. Begitu juga dengan pemanfaatan fasilitas pembelajaran yang dilaksanakan, dengan pemanfaatan dunia digital.
Pendidik, katanya, harus memantau sikap, karakter dan kebiasaan setiap anak. Jangan ada kiranya, peserta didik menjadikan media sosial sebagai tempat curahan hati (Curhat). Ajak dan lakukan pendekatan dan budaya madrasah ramah anak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Thomas Febria, sampaikan, workshop berkaitan dengan implementasi KBC dan pemanfaatan teknologi digital di MAN 5 selama tiga hari ini, harusnya bukan sekedar kegiatan. Tapi harus diaplikasikan dalam setiap rutinitas.
Penerapan media visual, seperti sketchfab untuk memudahkan akses materi. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Dipadukan dengan teknologi untuk menciptakan materi yang lebih bermakna dan tidak sekadar menghafal.
Banyak instansi, terutama di bawah naungan Kementerian Agama dan sekolah swasta Islam, telah aktif mengadakan lokakarya semacam ini guna meningkatkan mutu pendidikan. Anda dapat membaca panduan lengkap atau laporan terkait implementasi ini melalui portal resmi Kementerian Agama atau merujuk pada materi pendidikan di Scribd. (gmz)
