Milad ke-16, Gubernur: Lazismu Hadir Sebagai Problem Solver Masyarakat

Gubernur diwakili Kepala Bapenda Sumbar, H. Al Amin, S.Sos, MM memukul gong didampingi Ketua Muhammadiyah Sumbar, Dr. H. Bakhtiar, M. Ag, Sekretaris Lazismu Pusat, H. Gunawan Hidayat, dan forkopimda dalam rangkaian Milad 16 Lazismu Sumatera Barat. (Foto: ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Lazismu dinilai telah berkembang menjadi gerakan filantropi yang tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun zakat, tetapi juga hadir sebagai problem solver yang adaptif terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah melalui Kepala Bapenda Sumbar, H. Al Amin, S.Sos, MM, pada Peringatan Milad ke-16 Lazismu Muhammadiyah Sumatera Barat di Istana Gubernur, Kamis (20/8/2026).

Menurut Gubernur, kiprah Lazismu selama ini semakin dirasakan masyarakat melalui berbagai program, mulai dari bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan hingga respons kemanusiaan ketika terjadi bencana.

“Lazismu tidak hanya mengumpulkan zakat, tetapi juga hadir sebagai problem solver yang adaptif,” ujar Al Amin saat menyampaikan sambutan Gubernur.

Ia mengatakan, kontribusi Lazismu dalam penanggulangan dampak kebencanaan juga menunjukkan bahwa gerakan filantropi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

BACA JUGA :  Irigasi 350 Meter Tuntas, Iqra Chissa Ajak Petani Kandang Batu Jaga Tali Banda

Kehadiran relawan dan program kemanusiaan Lazismu dinilai selalu sigap merespons kondisi di lapangan.

Milad ke-16 Lazismu tahun 2026 mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak, Menebar Manfaat untuk Umat.” Tema tersebut, menurut Gubernur, sangat strategis dan selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Terlebih di tengah perkembangan era digital dan semakin kompleksnya persoalan sosial, gerakan filantropi tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan integrasi dan kolaborasi agar program yang dijalankan memberikan dampak yang lebih luas.

“Setidaknya ada dua integrasi yang perlu dilakukan, yakni integrasi data dan integrasi program,” katanya.

Integrasi tersebut dinilai penting agar penyaluran zakat, infak dan sedekah semakin tepat sasaran, sekaligus dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting di Sumatera Barat.

BACA JUGA :  Universitas Adzkia Go International, Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Prince of Songkla University Thailand

Selain itu, penguatan dampak juga menjadi bagian penting dari gerakan Lazismu. Manfaat yang diberikan kepada mustahik diharapkan tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi diarahkan pada program-program produktif.

Dengan demikian, para mustahik yang hari ini menerima manfaat diharapkan suatu saat mampu mandiri dan bertransformasi menjadi muzaki, yakni pihak yang memberikan zakat kepada orang lain.

Pemprov Sumatera Barat, lanjutnya, senantiasa membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Lazismu.

“Sinergi antara program jaminan sosial pemerintah dengan program-program unggulan Lazismu akan melahirkan daya dorong yang jauh lebih kuat demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Peringatan Milad ke-16 Lazismu Muhammadiyah Sumatera Barat tersebut turut dihadiri Ketua Muhammadiyah Sumatera Barat Dr. H. Bakhtiar, M.Ag, Sekretaris Lazismu Pusat H. Gunawan Hidayat serta jajaran Forkopimda Sumatera Barat.

BACA JUGA :  Gubernur Mahyeldi Minta Aparat Perkuat Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba

Momentum milad pun menjadi refleksi perjalanan Lazismu sekaligus penguatan komitmen untuk terus menebar manfaat, membangun kemandirian umat dan menghadirkan gerakan filantropi yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. (Bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *