Oleh : Nurul Jannah*) Akrilik di Kanvas | 40 x 50 cm | 2026 Lukisan karya Puji Setya Wilujeng ini…
Seni Budaya
seni budaya
“Peluk Bumi”
Oleh : Nurul Jannah*) “Aku pernah memeluk bumi begitu erat, tanpa rasa bersalah, hingga suatu hari aku sadar, tanganku juga…
“Tinta Melawan Zaman”
Oleh : Nurul Jannah*) Ada yang keliru dari cara kita memahami kekuatan. Kita sering mengira perlawanan harus lantang, harus terlihat,…
Senja di Bukit Cahaya
Oleh : Dilla Daniela *) Di sebuah desa kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang gadis bernama Senja. Senja memiliki…
Review Lukisan Tangan Canting Puji Setya Wilujeng, dengan tema “Pulsasi Kromatik”
Oleh : Nurul Jannah*) Media : Akrilik di KanvasUkuran : 25 x 30 cm “Sebuah dialog sunyi antara warna dan…
“Kartini Tak Pernah Padam”
Oleh : Nurul Jannah*) Hari ini, jika dunia kembali mencoba membungkam suara perempuan, maka satu nama akan kembali berdiri, diam-diam…
“Rumah”
Cerpen : Nurul Jannah*) “Rumah tidak pernah benar-benar kosong. Yang membuatnya terasa sunyi adalah ketika orang-orang yang kita tunggu tidak…
Review Lukisan Tangan Canting Puji Wilujeng dalam “TANAH YANG TERLUKA”
Mix Media | 50 x 60 cm | 2026 Oleh : Nurul Jannah*) “Ia tidak pernah pergi, kita yang perlahan…
Review Lukisan Tangan Ibu Canting Puji Setya Wilujeng dalam “SERPIHAN KOSMIK”
Akrilik di Kanvas, 25 x 30 cm, 2026 Oleh : Nurul Jannah*) Bukan bentuk yang sempurna, namun bentuk yang jujur…
“Benteng Cinta”
Cerpen : Nurul Jannah*) Kasih tak sampai: cinta yang tidak diperjuangkan, akan berbuah penyesalan tiada akhir Palembang, 1967. Kampus itu…
“Pulang”
Cerpen : Nurul Jannah*) Pagi itu tidak istimewa. Hanya pagi biasa di Jakarta, dengan langit kelabu, jalanan penuh kendaraan, dan…
Jelang IMLF-4, Nominasi Penulis Anggota SatuPena Sumbar Tahun 2026 Ditetapkan
PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Dua bulan menjelang pelaksanaan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4, Juni 2026 mendatang di Bukittinggi – Sumbar,…
“Rumah di Pukul Tiga”
Cerpen : Nurul Jannah*) “Kadang keluarga tidak lahir dari darah yang sama, melainkan dari hati yang memilih untuk saling menjaga.”…
“Cahaya yang Tak Pernah Padam”
Oleh : Nurul Jannah*) Lima puluh tahun berlalu, ada cinta yang melekat, tidak pernah selesai ditinggalkan Pagi itu…, Ahad, 5…
Buya yang Kami Banggakan
Cerpen: Yunardi Sikumbang* KAMI memanggilnya “Buya”. Di kampung kami, panggilan itu bukan sekadar sebutan untuk ayah, tetapi juga bentuk hormat…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
