PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Barat menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar yang telah dijadwalkan pada 2-14 Oktober 2026.
Ketua Umum PJSI Sumbar Ari Irpendi menegaskan, dinamika yang muncul terkait waktu pelaksanaan tidak mengurangi semangat keluarga besar judo menghadapi pesta olahraga provinsi tersebut.
Bagi PJSI Sumbar, persiapan harus terus berjalan. Atlet telah menjalani latihan dalam beberapa bulan terakhir, sementara pengurus mematangkan kesiapan pelatih, wasit dan juri.
“Kami dari judo mendukung penuh pelaksanaan Porprov 2-14 Oktober. Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak semangat. Atlet sudah berlatih keras selama beberapa bulan dan kami siap menyukseskan Porprov,” ujar Ari saat pembukaan Penataran dan Penyegaran Pelatih serta Calon Wasit/Juri Judo PJSI Sumbar 2026 di Padang, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus.
Judo Siapkan Perangkat Pertandingan
Ari mengatakan, kesiapan judo tidak hanya berbicara mengenai atlet. Perangkat pertandingan juga harus memiliki pemahaman regulasi yang kuat agar pertandingan berlangsung tertib, aman dan lancar.
Karena itu, penataran dan penyegaran pelatih serta calon wasit dan juri digelar sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov XVI.
Menurut Ari, wasit dan juri harus bekerja profesional serta menjaga independensi selama pertandingan. Tidak boleh ada keberpihakan kepada atlet maupun kontingen tertentu.
“Pengprov juga mempersiapkan regulasi agar pertandingan berjalan aman, tertib dan lancar. Kegiatan hari ini salah satu upaya ke arah itu,” katanya.
Cabang olahraga judo akan dipertandingkan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ari menyebut tuan rumah menunjukkan antusiasme dalam menyiapkan pelaksanaan pertandingan.
Kondisi tersebut ikut mendorong semangat PJSI Sumbar untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis judo dipersiapkan sejak jauh hari.
Porprov Jadi Momentum Kebangkitan
Ari menilai Porprov XVI memiliki arti khusus bagi pembinaan olahraga Sumatera Barat. Ajang ini kembali digelar setelah vakum selama delapan tahun.
Karena itu, seluruh insan olahraga, termasuk judo, diminta tidak kehilangan semangat hanya karena muncul dinamika mengenai jadwal.
“Kita sudah delapan tahun tidak melaksanakan Porprov. Jadi tidak ada alasan untuk tidak semangat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan KONI Sumbar terhadap pembinaan judo. Menurutnya, sinergi antara KONI dan cabang olahraga menjadi modal menghadapi berbagai agenda prestasi ke depan.
Target PON Dimulai dari Porprov
Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi PJSI Sumbar yang telah mengambil langkah menyiapkan pelatih, wasit dan juri sebelum pertandingan dimulai.
Menurut Hamdanus, kualitas perangkat pertandingan ikut menentukan kelancaran kompetisi. Persiapan sejak sekarang dibutuhkan agar berbagai persoalan teknis dapat diantisipasi ketika Porprov berlangsung.
Ia juga mengaitkan Porprov XVI dengan target prestasi Sumbar menuju PON 2028. KONI Sumbar membidik 20 medali emas pada ajang nasional tersebut.
“Target 20 emas PON 2028 itu diawali dari Porprov. Karena itu, kita harus menyiapkan semuanya dengan baik, termasuk pelatih, wasit dan juri,” kata Hamdanus.
Terkait jadwal 2-14 Oktober, Hamdanus menyebut waktu pelaksanaan telah melalui pembahasan bersama kepala daerah se-Sumbar. Pembahasan mengenai jadwal juga telah dilakukan dalam rapat koordinasi kepala daerah pada Desember 2025 dan kembali dibicarakan pada 27 Agustus 2026. Bahkan sudah dilakukan soft launching yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur di hadapan kepala daerah se-Sumbar.
“KONI tidak cemas melaksanakan Porprov 2-14 Oktober. Yang kita cemaskan justru kalau kita tidak mampu menyelenggarakan Porprov yang sudah delapan tahun tidak terlaksana,” tegasnya.
Dispora Dorong Sportivitas dan Integritas
Mewakili Kepala Dispora Sumbar, UPTD Kebugaran dan Olahraga (KBOR) Erdison mengapresiasi langkah PJSI Sumbar menggelar penataran dan penyegaran tersebut.
Ia menilai pelatih, wasit dan juri harus memiliki pemahaman yang sejalan mengenai aturan pertandingan. Kolaborasi antarpihak dibutuhkan agar kualitas kompetisi tetap terjaga.
“Wasit dan pelatih harus berkolaborasi, terutama dalam memahami peraturan. Junjung tinggi sportivitas dan integritas,” katanya.
Erdison menyebut judo menjadi salah satu dari 12 cabang olahraga yang berada dalam pembinaan UPTD Kebugaran dan Olahraga (KBOR). Karena itu, sinergi Dispora, KONI dan pengurus cabang olahraga perlu terus diperkuat.
Hamdanus juga mengingatkan agar nilai-nilai yang menjadi roh olahraga judo dibawa ke arena Porprov. Semangat juang, disiplin, sportivitas, rasa hormat dan persaudaraan dinilai relevan dalam membangun karakter atlet.
Dengan persiapan atlet yang terus berjalan serta pematangan pelatih dan perangkat pertandingan, PJSI Sumbar memastikan judo siap ambil bagian dalam Porprov XVI.
Bagi judo Sumbar, 2-14 Oktober 2026 bukan sekadar tanggal pertandingan, tetapi momentum untuk kembali menghidupkan gairah olahraga prestasi Sumatera Barat setelah delapan tahun menunggu. (jiga)
