PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Barat memastikan diri siap tempur menghadapi Porprov XVI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026.
Bahkan, Pengprov TI Sumbar menegaskan tidak membutuhkan tambahan waktu untuk mematangkan persiapan. Jika Porprov digelar lebih cepat sekalipun, taekwondo mengaku sudah siap bertanding.
“Taekwondo Sumbar siap 100 persen. Singkatnya, kalau Porprov digelar besok, kami siap mengikuti,” tegas Sekretaris Umum Pengprov TI Sumbar, Yudha Agusti Nugraha, saat pembukaan Diklat dan Penyegaran Pelatih Daerah Taekwondo Indonesia Sumbar di UNP Hotel & Convention Padang, Sabtu (19/9/2026).
Yudha mengatakan, persiapan menghadapi Porprov sudah dilakukan sejak awal tahun. Begitu mendapat informasi dari KONI Sumbar mengenai rencana pelaksanaan Porprov sekitar Januari 2026, Pengprov TI Sumbar langsung menyurati Pengcab TI kabupaten/kota agar mempersiapkan atlet.
“Sejak Februari atlet dari Pengcab sudah mempersiapkan diri untuk Porprov. Persiapan terus berlangsung sampai sekarang,” ujarnya.
Persiapan tersebut, lanjut Yudha, dilakukan secara bertahap melalui program umum, program khusus, prapertandingan hingga program pertandingan.
Program umum difokuskan pada penjaringan dan pengumpulan atlet. Selanjutnya atlet yang telah terjaring masuk dalam program khusus melalui latihan terarah, kemudian menjalani tahapan prapertandingan dan pertandingan.
“Semua sudah dirancang untuk menghadapi Porprov 2–14 Oktober 2026. Jadi jangan ada lagi penundaan. Kasihan atlet dan pelatih. Program sudah berjalan. Kalau diundur, kami akan mulai dari nol lagi,” katanya.
Perkuat Pelatih Jelang Porprov
Untuk memperkuat kualitas pembinaan menjelang Porprov, Pengprov TI Sumbar menggelar Diklat dan Penyegaran Pelatih Daerah pada 18–20 September 2026.
Kegiatan itu diikuti sekitar 60 pelatih dojang se-Sumatera Barat, dan menghadirkan instruktur berpengalaman Hari Suprianto. Ia memiliki pengalaman sebagai atlet hingga tingkat nasional dan melanjutkan karier kepelatihan sampai level internasional.
“Kita jadikan momentum kebersamaan dan mencari ilmu. Kita ingin kompak dan berprestasi,” kata Yudha.
Ia berharap diklat tersebut melahirkan instruktur dan pelatih berpengalaman yang mampu membawa atlet Sumbar berprestasi tidak hanya pada level provinsi, tetapi juga nasional dan internasional.
Menurut Yudha, penataan pelatih merupakan bagian penting dalam pembinaan prestasi. Pelatih yang tidak tertata dan tidak memiliki kompetensi yang memadai, menurutnya, dapat merugikan dojang maupun atlet.
“Ini langkah awal kebangkitan TI Sumbar. Setelah ini akan ada pelatihan nasional,” ujarnya.
Selain Porprov, peningkatan kapasitas pelatih juga dipersiapkan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang menghadapi BK PON 2027.
KONI Perkuat Sistem Satu Data
Diklat tersebut dibuka Ketua KONI Sumbar yang diwakili Wakil Ketua Umum VII KONI Sumbar bidang digitalisasi dan sertifikasi, Dolla Indra.
Dolla mengatakan KONI Sumbar saat ini terus menerapkan sistem database melalui program Satu Data. Sistem tersebut juga menjadi role model bagian dari pengembangan Satu Data yang diterapkan KONI Pusat. Untuk launching secara nasional direncanakan pada November mendatang di Padang.
Melalui sistem itu, data atlet dapat diketahui secara lebih jelas dan akurat, mulai dari asal daerah, tempat latihan hingga data pembinaan lainnya.
“Semua data atlet tercatat dalam satu sistem. Dengan begitu tidak ada lagi pencurian atlet karena data atlet jelas,” kata Dolla.
Khusus taekwondo, database Satu Data KONI Sumbar mencatat 343 atlet dan 57 pelatih. Sementara atlet taekwondo yang telah diinput dalam aplikasi Sirimau untuk kebutuhan Porprov tercatat sebanyak 61 atlet.
Dolla mengimbau atlet dan pelatih taekwondo di kabupaten/kota yang belum terdata agar segera melakukan pendaftaran melalui KONI kabupaten/kota masing-masing.
Ia berharap diklat tersebut mampu melahirkan pelatih berkualitas sekaligus memperkuat persiapan taekwondo Sumbar menghadapi Porprov XVI.
“Kita berharap kegiatan ini melahirkan pelatih-pelatih yang berkualitas,” ujarnya. (jiga)
