Tindak Lanjuti “Petani Berdasi”, Pemko Payakumbuh dan Kementan Jadikan ASN Pionir Ketahanan Pangan

Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda memimpin kegiatan inovasi "Petani Berdasi" (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi). (foto; ist)

PAYAKUMBUH, FOKUSSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Payakumbuh terus mempercepat langkah pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan daerah. Setelah resmi meluncurkan inovasi “Petani Berdasi” (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi) pada pekan lalu, Pemko kini merealisasikan tahap eksekusi program tersebut.

Sebagai bentuk tindak lanjut, inovasi yang digagas berdasarkan arahan kebijakan Wali Kota (Wako) Zulmaeta ini langsung mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Dukungan nyata itu ditandai dengan aksi penanaman serentak komoditas bawang merah dan cabai di halaman Balai Kota Payakumbuh, Jumat (18/9/2026).

Mewakili Wako Zulmaeta, Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah.

Dalam arahannya, Sekda Rida menegaskan bahwa penanganan inflasi bukan sekadar tugas pemerintah pusat atau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) semata, melainkan tanggung jawab lintas sektoral.

Baca Juga :  20 Atlet Padel Sumbar Berebut Enam Tiket ke Kejurnas Jakarta

“Petani Berdasi adalah gerakan kolaborasi. Sesuai visi Bapak Wali Kota, kita ingin Aparatur Sipil Negara (ASN) Payakumbuh menjadi role model. Tidak hanya disiplin dalam pelayanan publik yang berbasis Trilogi Zuzema (Jujur, Loyal, dan Profesional), tetapi juga memelopori kepedulian terhadap ketahanan pangan,” tegas Rida.

Sebagai langkah nyata eksekusi program, seluruh ASN yang berkantor di Balai Kota dibekali paket sarana tanam berupa polybag, media tanam, serta bibit bawang merah dan cabai untuk dipelihara di lingkungan kantor masing-masing.
Rida menambahkan, aksi ini membawa pesan edukatif dan keteladanan yang kuat bagi warga.

“Satu polybag adalah simbol. Ketika masyarakat melihat ASN mau turun tangan menanam, akan muncul kesadaran kolektif: ‘Kalau ASN saja mau menanam, kita di rumah pasti bisa.’ Kita tidak semata mengejar volume panen, melainkan membangun mentalitas kemandirian pangan,” urainya.

Baca Juga :  Rabiuts Tsani, Menata Perjalanan Hidup Menuju Kebaikan Dunia dan Akhirat

Kapuslatan Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif cerdas Pemko Payakumbuh.

Tedy memberikan penguatan kapasitas teknis kepada para abdi negara melalui konsep “Urban Farming dalam Upaya Pemenuhan Pangan dan Peningkatan Pendapatan Keluarga”.

Ia memaparkan berbagai teknik efisien seperti hidroponik, vertikultur, hingga pemanfaatan polybag untuk menyulap pekarangan kantor dan rumah menjadi lahan produktif di tengah ancaman krisis iklim global.

“Pengeluaran rumah tangga untuk pemenuhan pangan cukup besar. Melalui urban farming, ASN dan masyarakat dapat menekan pengeluaran harian secara signifikan, sekaligus meningkatkan status gizi keluarga melalui konsumsi sayur sehat dari kebun sendiri,” jelas Tedy.

Baca Juga :  UNES Bekali 28 Mahasiswa Terjun ke Dunia Kerja Melalui Program Magang Mandiri

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan instruksi Sekda kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk memantau perkembangan tanaman secara berkala. Ke depan, gerakan “Petani Berdasi” diharapkan menjalar masif ke pekarangan warga, guna mewujudkan Payakumbuh sebagai kota yang mandiri pangan dan tangguh terhadap gejolak inflasi. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *