Di Manakah Nurani Berpihak

Oleh: Shintalya Azis*)

Di manakah nurani berpihak
Ketika kepercayaan begitu mudah diberikan, sementara godaan datang silih berganti untuk mengkhianati amanah?

Di manakah nurani berpihak
Bila menjaga konsistensi integritas menjadi perkara susah dan mudah dipatahkan?

Di manakah nurani berpihak
Tatkala di setiap langkah terbentang lebar peluang, kesempatan, hingga celah-celah menggiurkan yang dianggap sayang jika dilewatkan.

Kemana nurani berpihak hingga itu semua dianggap rezeki?

Jika jabatan tidak lagi melekat, apakah kesempatan yang sama masih akan datang?
Mungkinkah yang selama ini dianggap rezeki hanyalah keuntungan yang menumpang pada kekuasaan, bukan karunia yang Allah tetapkan?

Baca juga:  Kesia-siaan dari Ruang Kecil

Dimanakah hati nurani berpijak
Jikalau jabatan hanyalah titipan yang akan berakhir dan amanah akan dimintai pertanggungjawaban.
Yang tetap tinggal bukanlah harta yang dikumpulkan, melainkan nama baik, integritas, dan nurani yang tetap berpihak pada kebenaran.(*)

#33daysintegritychallenge #aksikita #lawankorupsi # biasakanyangbenar #day23 IG: @aclc.kpk

Penulis Gemar Menulis tentang Kehidupan, Budaya, dan Kisah-kisah Kecil yang Menginspirasi.*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *