PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Senyum lebar kembali menghiasi wajah 18 kepala keluarga penyintas banjir bandang Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Setelah berbulan-bulan tinggal di tenda darurat, mereka akhirnya menerima bantuan Hunian Sementara Layak Huni (HUNSELA).
Peresmian HUNSELA tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Padang dan dilakukan secara simbolis dengan penyerahan kunci dari para donatur kepada perwakilan penerima.
Pembangunan 18 unit HUNSELA ini merupakan hasil inisiasi dan kolaborasi 4 lembaga, yaitu IKA Universitas Andalas, Pusat Studi Bencana UNAND, Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, dan Karang Taruna Kelurahan Kapalo Koto.

Koordinator Tim Inisiator, Dr. Wiwik Marlis Rahman dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya hunian layak ini.
“Alhamdulillah, hari ini 18 keluarga kita di Batu Busuk sudah punya rumah sementara yang layak. Ini semua berkat gotong royong dan kepedulian 18 donatur yang luar biasa,” ujarnya.
Walikota Padang dalam sambutannya mengapresiasi langkah cepat 4 lembaga inisiator yang dinilai telah meringankan beban pemerintah dan membantu mengembalikan martabat para penyintas.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih. Inilah bentuk nyata kolaborasi pentahelix. Semoga para penghuni HUNSELA bisa segera bangkit dan memulai kehidupan baru,” kata Walikota.
18 unit HUNSELA tersebut terlaksana atas donasi dari 18 donatur, terdiri dari perorangan, grup arisan, dan lembaga pendidikan, yaitu: Ibu Yan Zairin, Ibu Yen Lundang, Ibu Husna Nurdin, Grup Taman Sari, Ibu Yuswarti Sainir, Grup Beringin 1, Grup Beringin 2, Grup Beringin 3, Grup Beringin 4, Arisan Hanifa, Universitas Baiturrahmah 1, Universitas Baiturrahmah 2, Universitas Baiturrahmah 3, FMIPA Universitas Andalas, DPP IKA Universitas Andalas 1, DPP IKA Universitas Andalas 2, DPP IKA Universitas Andalas 3, DPP IKA Universitas Andalas 4.
Turut hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimda, Camat Pauh, Lurah Kapalo Koto, Ketua KAN, LPM, Bundo Kanduang, serta masyarakat Batu Busuk.
Dengan adanya HUNSELA ini, diharapkan para penyintas dapat tinggal dengan aman dan nyaman sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap di lokasi relokasi. (dsrul)
