PASAMAN BARAT, FOKUSSUMBAR.COM – 42 calon pejabat se Pasaman Barat, mulai Senin (27/7/2026) mengikuti Ukom (Uji Kompetensi) untuk pejabat Pimpinan Tinggi atau pejabat eselon II di jajaran Pemda Pasaman Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di UPT Penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Pekanbaru.
Assessment JPTP (Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama) di lingkungan Pemda Pasaman Barat selama dua hari ini, menjadi tahapan penting dalam proses seleksi pejabat tinggi pratama Pemda. Selain itu, memetakan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), sebagai dasar penerapan sistem merit dan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Pasaman Barat.
Ukom calon PPTP Pemda Pasaman Barat di Pekanbaru, dibuka Wakil Bupati, M. Ihpan, dihadiri Sekretaris Daerah, Doddy San Ismail, dan Plt. Kepala BKPSDM, Yosmar Difia.
Wakil Bupati M. Ihpan menegaskan, Ukom merupakan komitmen pemerintah daerah membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Assessment ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam membangun birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan menunjukkan kemampuan terbaik,” ujarnya.
Menurut Ihpan, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan pejabat yang memiliki kompetensi tinggi, integritas, kemampuan manajerial, serta kepemimpinan yang kuat.
“Yang dinilai bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kompetensi manajerial, kepemimpinan, kemampuan mengambil keputusan, komunikasi, hingga integritas sebagai aparatur negara. Karena itu, ikutilah seluruh proses ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Hasil assessment, tambahnya, menjadi salah satu dasar pertimbangan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam melakukan pembinaan karier ASN. Selain itu, hasil penilaian juga digunakan sebagai acuan promosi, mutasi,
Kepala UPT Penilaian Kompetensi BKD Riau Jeffri Firdaus, katakan, Ukom atau asesmen dilaksanakan secara objektif, transparan, dan terukur sesuai standar penilaian kompetensi ASN yang berlaku secara nasional.
Ia menjelaskan, peserta akan mengikuti beberapa tahapan penilaian, mulai dari tes psikometri, simulasi, wawancara berbasis kompetensi, hingga berbagai instrumen penilaian lainnya untuk memetakan potensi dan kompetensi masing-masing peserta.
“Semoga seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan secara optimal sehingga hasil asesmen benar-benar menggambarkan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.
Assessment yang difasilitasi BKPSDM Kabupaten Pasaman Barat tersebut diikuti pejabat dari berbagai jabatan strategis, terdiri atas asisten, staf ahli, kepala badan, kepala dinas, kepala pelaksana BPBD, serta pejabat administrator dan pengawas. (gmz)
