Meria Fitriwati dan Dilla Terima Penghargaan Literasi di Peringatan 100 Tahun Jam Gadang

Meria Fitriwati berswafoto bersama Dilla seusai menerima penghargaan literasi pada peringatan 100 Tahun Jam Gadang. (foto; ist)

BUKITTINGGI, FOKUSSUMBAR.COM – Meria Fitriwati, guru MAN 3 Pesisir Selatan, menerima penghargaan Penulis Prolifik Satupena Sumatera Barat 2026.

Piagam penghargaan diserahkan dalam acara Welcome Dinner International Minangkabau Literacy Festival ke-4 sekaligus peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Taman Balaikota Bukittinggi, Rabu (3/6/2026).

Hingga saat ini, Meria telah menerbitkan 10 buku solo dan lebih dari 100 buku antologi bersama penulis dari berbagai daerah. Ia merupakan pendiri Komunitas Menulis Bersama (KMB) yang mengajak guru-guru di Indonesia untuk berkolaborasi menerbitkan buku.

Selain itu, Meria juga mendirikan Rumah Baca KMB yang menyediakan bahan bacaan gratis bagi pelajar dan masyarakat. Di MAN 3 Pesisir Selatan, ia bersama 36 siswa menerbitkan buku kolaborasi berjudul Tambunan Tanjak.

“Menulis adalah cara menebar kebaikan,” kata Meria, Ahad (7/6/2026). Ia aktif mendorong keluarga, rekan guru, dan siswa untuk menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Pada malam yang sama, Dilla, S.Pd., guru SMP Negeri 2 Bukittinggi, meraih Anugerah Penulis Berprestasi Satupena Sumatera Barat 2026. Penghargaan ini diperoleh setelah tiga tahun berturut-turut masuk dalam daftar nominasi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya,” ujar Dilla. Selain mengajar, ia aktif menulis artikel, esai, cerpen, dan puisi yang dimuat di media massa serta buku antologi.

Penyerahan penghargaan disaksikan oleh 38 delegasi dari berbagai negara yang hadir dalam IMLF ke-4. Festival literasi internasional tersebut mempertemukan pegiat literasi, akademisi, penulis, dan duta besar.

Penghargaan kepada Meria Fitriwati dan Dilla menunjukkan capaian sumber daya manusia Bukittinggi di bidang literasi. Sebagai tuan rumah IMLF ke-4, Bukittinggi menjadi lokasi pertemuan sekaligus pembuktian prestasi pegiat literasi daerah di tingkat internasional. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *