Bukittinggi Menyambut Dunia, 10 Sekolah Jadi Tuan Rumah IMLF Go to School

Program IMLF Go to School menjadi salah satu agenda istimewa dalam rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 tahun 2026. (foto; ist)

BUKITTINGGI, FOKUSSUMBAR.COM – Program IMLF Go to School menjadi salah satu agenda istimewa dalam rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang berlangsung pada 3–7 Juni 2026 di Kota Bukittinggi.

Kegiatan ini memberikan kesempatan langka bagi peserta didik untuk berinteraksi langsung dengan delegasi internasional yang hadir dalam festival literasi bertaraf dunia tersebut.

IMLF ke-4 yang digelar dalam rangka Perayaan 100 Tahun Jam Gadang menghadirkan 38 delegasi dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Jepang, India, Jerman, Bulgaria, serta sejumlah negara lainnya.

Selain mengikuti berbagai agenda festival seperti Seminar Guru Internasional, Seminar Sastra Internasional, seminar budaya, diskusi literasi, peluncuran buku, penganugerahan insan literasi, dan pertunjukan seni budaya, sebagian delegasi juga turun langsung ke sekolah-sekolah melalui program IMLF Go to School.

Sebanyak 10 sekolah di Kota Bukittinggi terlibat dalam program ini, yaitu SMA Negeri 1 Bukittinggi, SMA Negeri 2 Bukittinggi, SMK Negeri 1 Bukittinggi, MAN 1 Bukittinggi, MAN 2 Bukittinggi, SMP Negeri 2 Bukittinggi, SMP Negeri 3 Bukittinggi, SMP Negeri 4 Bukittinggi, SMP Negeri 6 Bukittinggi, dan SMPS Xaverius Bukittinggi.

Di sekolah-sekolah tersebut, para delegasi memberikan materi dalam bentuk seminar, berbagi pengalaman, serta berdiskusi langsung dengan siswa dan guru mengenai pendidikan, literasi, budaya, dan kehidupan di negara masing-masing.

Suasana hangat dan interaktif terlihat selama kegiatan berlangsung, dengan antusiasme tinggi dari peserta didik yang memanfaatkan kesempatan untuk bertanya dan bertukar wawasan dengan tamu dari berbagai belahan dunia.

Koordinator IMLF Go to School, Dilla, S.Pd., mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan bermakna bagi peserta didik.

“Melalui IMLF Go to School, siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan para delegasi internasional. Ini menjadi pengalaman berharga yang dapat membuka wawasan mereka tentang dunia, budaya, pendidikan, dan pentingnya komunikasi lintas bangsa,” ujarnya.

Kehadiran para delegasi mendapat sambutan yang sangat meriah dari sekolah-sekolah yang dikunjungi. Berbagai penampilan khas Minangkabau ditampilkan sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan budaya. Mulai dari tari pasambahan, tambua, talempong, musik kreasi siswa, pertunjukan seni budaya, hingga pameran hasil karya peserta didik mewarnai setiap kunjungan.

Tidak hanya itu, para siswa juga memperkenalkan buku, majalah sekolah, dan berbagai karya literasi yang telah mereka hasilkan. Momen ini menjadi ruang diskusi yang menarik antara siswa dan delegasi mengenai dunia literasi, pendidikan, serta budaya di masing-masing negara.

Menurut Dilla, banyak delegasi yang mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan sekolah-sekolah di Bukittinggi.

“Para delegasi sangat senang dan menikmati kunjungan mereka ke sekolah. Mereka mengagumi keberanian siswa dalam berdiskusi, kreativitas yang ditampilkan melalui berbagai karya, serta keramahan warga sekolah. Banyak yang menyampaikan bahwa pengalaman ini menjadi salah satu momen paling berkesan selama mengikuti IMLF di Bukittinggi,” ungkapnya.

Program IMLF Go to School tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan budaya Minangkabau kepada dunia internasional, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan masyarakat global. Melalui dialog, pertukaran gagasan, dan interaksi lintas budaya, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang inspiratif sekaligus memperkuat karakter, toleransi, dan wawasan kebangsaan.

Keberhasilan program ini semakin menegaskan posisi Bukittinggi sebagai kota literasi yang terbuka terhadap kolaborasi internasional dan mampu menghadirkan ruang belajar yang mendunia bagi generasi. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *